Harga Minyak Masih Berada di Jalur Bullish, Akankah Menuju Level Tertinggi Baru?

avatar
· Views 313


Harga Minyak Masih Berada di Jalur Bullish, Akankah Menuju Level Tertinggi Baru?



Fundamental


Konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan masih terus memicu kekhawatiran terkait harga energi, setelah pihak AS dan Iran sama-sama menyita kapal yang melalui perairan di Teluk Oman seiring masih ditutupnya Selat Hormuz, sehingga hal ini menjadi penyebab utama bagi kenaikan harga minyak mentah di sesi perdagangan hari ini.


Harga acuan minyak mentah jenis Brent naik lebih dari 1.25% ke $105.38 per barel, sementara untuk kontrak berjangka minyak mentah jenis West Texas Intermediate mencatat kenaikan 1.14% menjadi $96.96 per barel.


Meskipun gencatan senjata antara AS dan Iran masih bertahan, namun konflik yang terjadi diantara keduanya telah berkembang menjadi blokade dari Angkatan Laut AS yang menutup Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi 20% pasokan minyak dunia, dimana kedua belah pihak berupaya untuk mendapatkan pengaruh ekonomi dari negara-negara di dunia guna mengamankan kesepakatan yang memberikan keuntungan bagi kepentingan mereka.


Fatih Birol, kepala Badan Energi Internasional, mengatakan kepada CNBC pada hari Kamis bahwa saat ini dunia telah menghadapi ancaman keamanan energi terbesar dalam sejarah, dimana Birol sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa perang Iran serta penutupan Selat Hormuz yang tengah berlangsung akan mengakibatkan krisis energi terbesar dan mendesak pemerintah untuk memperkuat ketahanan dengan sumber energi alternatif.




Teknikal


Harga Minyak Masih Berada di Jalur Bullish, Akankah Menuju Level Tertinggi Baru?


Dalam timeframe H4 dapat terlihat struktur pergerakan minyak mentah untuk saat ini terpantau terjadi fase rebound/recovery, yang mana harga sudah mulai break minor resistance dan membentuk level higher low dan higher high dalam skala kecil, yang mengindikasikan trend harga mulai bergeser dari bearish ke bullish jangka pendek.


Harga minyak telah bergerak di atas garis EMA 12 (merah) dan tengah menguji kombinasi SMA 32 (biru) untuk mengkonfirmasi dukungan bullish secara teknikal, sementara band dari Bollinger 20 telah melebar yang menunjukkan kenaikan volatilitas dan berpotensi melanjutkan kenaikan moderat dalam jangka pendeknya.


Signal dalam indikator Stochastic mulai bergerak naik menuju area Overbought yang berarti momentum bullish masih cukup kuat, namun rawan terjadinya koreksi, hingga dapat disimpulkan saat ini harga minyak telah mulai fase recovery setelah mengalami downtrend dan meskipun momentum masih bullish akan tetapi sudah mulai jenuh dan kemungkinan besar akan mengalami koreksi terlebih dahulu.


#CrudeOil# #GOLDTODAY# #MarketSentiment#

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest