
Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (27/2) pagi. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp16.779 per dolar AS, turun 20 poin atau 0,12 persen dibandingkan sesi sebelumnya.
Pergerakan mata uang Asia pagi ini cenderung bervariasi. Yen Jepang menguat 0,13 persen dan baht Thailand naik 0,12 persen. Sebaliknya, yuan China melemah 0,16 persen, peso Filipina turun 0,07 persen, dan won Korea Selatan terkoreksi 0,33 persen. Dolar Singapura melemah 0,04 persen, sementara dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen. Di kelompok mata uang negara maju, pergerakan juga campuran. Euro Eropa turun 0,02 persen, poundsterling Inggris melemah 0,01 persen, sedangkan franc Swiss menguat 0,05 persen. Dolar Australia dan dolar Kanada masing-masing naik 0,03 persen dan 0,02 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang ditopang perbaikan data ekonomi Amerika Serikat, khususnya sektor manufaktur dan ketenagakerjaan.
“Rupiah diperkirakan datar dengan potensi melemah terhadap dolar AS yang sedikit menguat setelah data manufaktur dan pekerjaan yang lebih kuat. Investor masih mencermati hasil perundingan AS-Iran yang tidak menghasilkan kesepakatan apa pun,” ujarnya.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS, dengan sentimen eksternal masih menjadi faktor utama penentu arah pergerakan.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

-THE END-