Seputarforex - Harga emas melanjutkan kenaikan tipis, setelah lonjakan satu persen di sesi perdagangan kemarin. Kenaikan inflasi AS, pelemahan Dolar AS, dan eskalasi Rusia-Ukraina menjadi faktor yang mendukung reli emas. Di sesi perdagangan Kamis (20/Januari) malam ini, XAU/USD diperdagangkan di $1,841.10, masih di kisaran level tinggi dua bulan.
Harga emas naik 0.1% ke $1,841.45 per ounce pada pukul 18:43 GMT, setelah sempat menyentuh level tinggi $1,843.94 kemarin. Di Comex New York, harga emas futures cukup stabil dan diperdagangkan di $1,842.60.
Para pengamat pasar menilai bahwa salah satu faktor penting yang mendukung kenaikan harga emas kali ini adalah kenaikan inflasi. Daniel Pavilonis, ahli strategi di RJO Futures mengatakan, "Pasar sepertinya ingin harga emas melanjutkan kenaikan. Hal itupun berjalan dengan self-fulfilling, terlebih dengan lebih banyak data yang dirilis dan menunjukkan bahwa (kenaikan) inflasi tidak bersifat sementara."
Adapun data ekonomi AS yang dirilis malam ini adalah Klaim Pengangguran mingguan. 286K orang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu. Angka tersebut naik dari 231K dan mematahkan ekspektasi penurunan ke 227K. Data Existing Home Sales AS juga melorot dari 6.48 juta ke 6.18 juta unit rumah yang terjual. Indeks Dolar AS tergelincir ke 95.6 pasca data tersebut dan karena penurunan yield obligasi US Treasury.
Selain itu, meningkatnya eskalasi Rusia-Ukraina turut menjadi faktor yang mendukung penguatan harga emas. Kendati Presiden Rusia Vladimir Putin kerap menyerukan jalan damai untuk menyelesaikan konflik politik dengan Ukraina, tetapi laporan terbaru menyebutkan bahwa Moskow telah mengerahkan lebih banyak pasukan ke wilayah perbatasan Kiev.
Menurut analis Commerzbank, reli emas dua hari ini berkaitan erat dengan masalah suplai yang disebabkan oleh tensi Rusia-Ukraina. Potensi sanksi dari blok Barat kepada Rusia yang merupakan salah satu produsen paladium terbesar dunia, bisa saja akan berujung pada pelarangan ekspor. Padahal, paladium merupakan komponen material penting dalam industri otomotif.
Reprinted from SeputarForex,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now