Note

Dolar AS Makin Beranjak Turun dari Titik Tertinggi 13 Bulan

· View 29

Dolar AS makin beranjak turun pada awal perdagangan di Eropa Rabu (13/10) petang. Pasar mendapatkan kembali selera terhadap sedikit aset risiko menjelang rilis data inflasi utama di sesi ini. Pada pukul 14.44 WIB, indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang ekonomi maju terus turun 0,19% di 94,343, hanya sedikit di bawah level tertinggi 13 bulan yang dicatatkan sebelumnya pekan ini. USD/JPY turun tipis 0,03% di 113,57. Dolar juga turun terhadap yuan lantaran tidak adanya berita penggerak utama dari China dan rupiah masih turun tipis 0,02% di 14.217,5 hingga pukul 14.51 WIB.


Tingkat inflasi harga konsumen di AS diperkirakan akan tetap sebesar 5,3% pada bulan September, dengan inflasi harga inti tetap di 4,0%. Jumlah yang melebihi itu kemungkinan akan memenuhi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan dipaksa untuk menaikkan suku bunga jauh sebelum akhir tahun depan.

Dolar AS Makin Beranjak Turun dari Titik Tertinggi 13 Bulan

Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic telah memberi isyarat pada hari Selasa bahwa kepercayaan terhadap narasi tekanan inflasi hanya 'sementara' - sesuatu yang telah memandu kebijakan Fed selama 12 bulan terakhir - mungkin memudar di bank sentral. Bostic mengatakan ada tanda-tanda yang meningkat bahwa gangguan pada rantai pasokan yang menyebabkan sebagian besar inflasi tahun ini akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.


Data inflasi dari Eropa sebelumnya gagal menghasilkan kejutan apa pun, baik positif maupun negatif. Data produksi industri untuk zona euro juga cenderung lemah ketika dirilis pada pukul 5 AM ET, setelah angka yang buruk dari Jerman minggu lalu. Akibatnya, EUR/USD tetap mendekati level terendah 15 bulan yang dicapai semalamnya di $1,1549, terbebani oleh prospek pengetatan moneter yang relatif jauh di area mata uang tunggal.


Sterling, sebaliknya, naik 0,28% terhadap dolar di $1,3622 pukul 14.50 WIB dan bertahan di dekat level tertinggi baru-baru ini terhadap euro meskipun data menunjukkan bahwa PDB memberikan hasil mengecewakan dalam tiga bulan sampai Agustus. Data ini masih menjaga pound di jalur untuk kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, tetapi menghadapi hambatan dari perselisihan dengan Uni Eropa mengenai implementasi perjanjian Brexit di Irlandia Utara. Uni Eropa akan mengajukan proposal baru untuk menurunkan ketegangan di sana pada hari Rabu, sementara John Cunliffe dari Bank of England akan menyampaikan pandangannya pada pukul 10:30 AM ET.


Kekhawatiran atas prospek pertumbuhan global telah sedikit berkurang pada hari Selasa usai Dana Moneter Internasional (IMF) membiarkan perkiraan pertumbuhan PDB global 2022 tidak berubah sebesar 4,9%, meskipun sedikit memangkas perkiraan untuk tahun ini.


Sumber: Investing

Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No older comments, be the first to grab the sofa.

login