Note

Bursa Asia Berguguran Jelang Akhir Pekan, Kospi Ambruk 1,2%

Verified Official
· View 8,003

Bursa Asia Berguguran Jelang Akhir Pekan, Kospi Ambruk 1,2% Foto: Kospi (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Bursa Asia Berguguran Jelang Akhir Pekan, Kospi Ambruk 1,2%

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritasbursa Asia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (13/8/2021), di tengah sikap investor yang masih memantau perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) dan masih membebani sentimen hari ini.

Indeks KOSPI Korea Selatan memimpin pelemahan bursa Asia pada hari ini, yakni ditutup ambles 1,16% ke level 3.171,29.

Sedangkan indeks Nikkei ditutup melemah 0,14% ke posisi 27.977,15, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,48% ke 26.391,62, Shanghai Composite China terpangkas 0,24% ke 3.516,30, Straits Times Singapura terdepresiasi 0,61% ke 3.163,24, dan Indeks Harga Saham Gabungan turun tipis 0,160 poin (-0,00%) ke posisi 6.139,49.

Pasar saham Korea Selatan memimpin pelemahan bursa Asia pada hari ini, setelah saham perusahaan afiliasi Samsung anjlok menyusul sentimen kasus pemenjaraan pewaris perusahaan konglomerasi tersebut.

Pemimpin de facto raksasa teknologi Samsung, Lee Jae-yong resmi dibebaskan dari penjara dengan pembebasan bersyarat, Jumat (13/8/2021) hari ini.

Lee Jae-yong sebelumnya menjalani hukuman penjara 2,5 tahun karena penyuapan, penggelapan dan pelanggaran lainnya sehubungan dengan skandal korupsi yang menjatuhkan mantan presiden Korea Selatan (Korsel), Park Geun-hye.

Kementerian Kehakiman Korsel menyebut, pembebasan orang terkaya nomor 202 versi Forbes tersebut karena alasan ekonomi, di mana negeri itu khawatir pada dampak Covid-19 saat ini.

Hal itu, ditulis AFP, bukan pertama kalinya terjadi di Negeri Ginseng dan menjadi contoh baru tradisi panjang Korsel membebaskan para pemimpin bisnis dari penjara karena dugaan korupsi atau penghindaran pajak dengan alasan ekonomi.

Alhasil, saham-saham afiliasi Samsung pun berjatuhan pada hari ini, merespons dibebaskannya pewaris perusahaan konglomerasi tersebut.

Saham Samsung Electronics ambruk 3,38%, sedangkan saham Samsung Heavy Industries ambles 2,97%, dan saham Samsung Pharmaceutical ambrol 2,59%.

Perkembangan pandemi Covid-19 di Negeri Ginseng tersebut juga turut memperberat kinerja indeks saham Negeri Ginseng pada hari ini.

Menteri Kesehatan Korea Selatan melaporkan rekor harian baru Covid-19 lebih dari 2.200 kasus pada Kamis (12/8/2021) kemarin, berdasarkan laporan dari Reuters.

"Ada sedikit ketidakstabilan di pasar dan kekhawatiran tentang wabah varian Delta yang memburuk membuat investor mulai pesimis," kata Lee Kyoung-min, seorang analis di Daishin Securities, dikutip dari Reuters.

Sedangkan di China, risiko dari regulasi dan masih memanasnya geopolitik juga turut memperberat pergerakan bursa Asia, terutama di China dan Hong Kong.

"Risiko regulasi dan geopolitik yang meningkat membebani prospek pertumbuhan jangka menengah, terutama di segmen yang ditargetkan oleh reformasi nasional atau upaya keamanan," kata Union Bancaire Privée dalam sebuah catatan, dilansir dari Reuters.

Sementara itu dari Amerika Serikat (AS), kontrak berjangka (futures) indeks bursa saham AS juga cenderung flat di sesi awal pra-pembukaan, setelah kemarin indeks S&P 500 menyentuh rekor tertinggi baru.

Pemicunya adalah klaim tunjangan pengangguran baru pekan lalu yang di angka 375.000, atau sama seperti estimasi ekonom dalam polling Dow Jones yang memprediksi angka yang sama. Angka itu juga lebih baik jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya yakni 385.000.

Pelaku pasar global cenderung berhati-hati setelah kekebalan kelompok (herd immunity) tidak mungkin dicapai dengan vaksin Covid-19, menyusul penyebaran varian Delta yang sangat mudah menular. Sir Andrew Pollard, Kepala Oxford Vaccine Group.

"Saya pikir kita berada dalam situasi ... di mana kekebalan kelompok tidak memungkinkan karena (virus) masih menginfeksi individu yang divaksinasi," kata salah satu peneliti utama pembuat vaksin AstraZeneca-Oxford, dikutip Jumat (13/8/2021).

"Bisa dikatakan bahwa pasar sekarang lebih fokus memandang isu terkait Covid-19, dan khususnya, penyebaran varian Delta," tutur Xian Chan, Direktur Investasi Pengelolaan Aset HSBC, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Namun demikian, lanjut dia, pasar secara umum masih meyakini dan berharap bahwa vaksinasi yang sekarang berjalan memungkinkan pemulihan ekonomi berlanjut pada semester kedua tahun ini.


Diunggah ulang dari CNBC, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.


Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

If you like, reward to support.
avatar

Hot

👍

-THE END-

login