avatar
· Views 397
Bos MI: Harga Minyak Sentuh USD 80/Barel Efek Perang Jadi "Lampu Kuning" Penilaian MSCI, Moody's hingga Fitch Rating yang menurunkan outlook utang RI ke Negatif menjadi sentimen yang turut menekan pasar keuangan RI di tengah gonjang-ganjing perang Iran Vs Amerika Serikat. Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto mengatakan tekanan yang terjadi di bursa saham saat ini tidak hanya dialami IHSG tetapi juga bursa global, dimana rumor terkait perang, hingga penutupan selat Hormuz masih menjadi sentimen yang menekan. Sementara di pasar obligasi, sentimen terkait pengelolaan APBN yang lebih agresif turut menjadi perhatian. Investor khawatir lonjakan harga minyak akan membebani APBN dari sisi subsidi energi meski di sisi lain kenaikan harga komoditas akan menguntungkan sektor sawit dan batu bara serta nikel. Pemerintah perlu memperhatikan kondisi kenaikan harga minyak dunia, saat harga minyak USD 80 per barel menjadi ‘lampu kuning’ namun jika naik ke USD 900-100/barel akan semakin menekan APBN.

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Reply 3
avatar
wkwkwkw
avatar
minyak nih mantap
avatar
sayangnya indo cm punya stok 20 hari lol

-THE END-

  • tradingContest