5 Trik Menentukan Open Posisi dengan Strategi SNR (Support & Resistance)
Sudah gambar garis support resistance…
tapi tetap sering salah entry?
Harga malah tembus level, bukan mantul?
Masalahnya biasanya bukan di garisnya,
tapi di cara menentukan open posisi-nya.
Di sini kita bahas 5 trik supaya entry pakai SNR lebih presisi dan tidak asal klik.
1. Pastikan Level SNR Sudah Teruji (Minimal 2–3 Kali Sentuhan)
Support dan resistance yang kuat biasanya:
Sudah disentuh beberapa kali
Pernah memantulkan harga dengan jelas
Semakin sering disentuh tanpa ditembus,
semakin kuat level tersebut.
👉 Jangan entry di garis yang baru sekali disentuh.
Itu masih lemah.
2. Jangan Entry Tepat di Garis — Tunggu Reaksi
Kesalahan umum pemula adalah:
Begitu harga menyentuh garis, langsung entry.
Padahal seharusnya kita:
Tunggu rejection
Tunggu candle konfirmasi
Tunggu tanda pembalikan
Contohnya:
Pin bar
Engulfing
Candle dengan ekor panjang
Artinya market benar-benar bereaksi, bukan cuma lewat.
3. Perhatikan Struktur Market (HH, HL, LH, LL)
SNR akan lebih kuat jika searah struktur market.
Market uptrend → fokus buy di support
Market downtrend → fokus sell di resistance
Kalau melawan trend?
Risiko tembus jauh lebih besar.
👉 SNR + struktur = entry lebih aman.
4. Gunakan Break & Retest untuk Entry Aman
Kadang harga tidak mantul, tapi justru menembus resistance atau support.
Di sini ada trik penting:
Break & Retest.
Contoh:
Resistance ditembus
Harga kembali retest
Lalu mantul naik
Itu jadi support baru.
Entry saat retest biasanya lebih aman dibanding entry saat breakout pertama.
5. Tentukan Stop Loss dan Target Sebelum Entry
Sebelum klik buy atau sell, pastikan:
Stop loss jelas (di bawah support / di atas resistance)
Target profit jelas (ke level berikutnya)
Risk reward minimal 1:2
Jangan entry dulu baru mikir SL.
Itu kebiasaan yang bikin overtrade dan panik.
👉 Trader profesional selalu tahu risiko sebelum masuk market.
Penutup
Strategi Support & Resistanc
Arisppits
Leave Your Message Now