Dow Jones -448.96 poin, S&P500 -55.37 poin dan Nasdaq -186.21 poin. Yield obligasi 10 tahun AS turun ke 2.305%. Bursa saham AS ditutup turun didorong kenaikan harga minyak dan data ekonomi AS yang lebih lemah. Kunjungan Presiden Biden ke Eropa dan NATO juga mengurangi sentimen positif dan meningkatkan ketidakpastian.
Gubernur Fed Cleveland, Loretta Mester, menyebutkan Fed nampaknya harus menaikkan suku bunga acuan sebesar 50bp beberapa kali. Mester juga menyebutkan ekonomi AS mampu untuk menerima kenaikan suku bunga dan pengetatan liquiditas dengan mengurangi neraca keuangan Fed secara bersamaan.
Data inflasi CPI UK dirilis +6.2% vs +6.0% perkiraan.
Data penjualan rumah baru di AS dirilis 772K vs 809K perkiraan dan 788K sebelumnya.
Data cadangan minyak AS dirilis -2.5M vs -0.7M perkiraan.
Crude oil kembali naik ke $115 per barel didorong data cadangan minyak AS yang menunjukkan penurunan lebih besar dari perkiraan dan pernyataan Putin. Presiden Putin kemarin menyebutkan bahwa negara-negara "yang tidak bersahabat" akan harus melakukan pembayaran minyak dan gas Rusia dalam ruble. Hal ini dikhawatirkan akan memperparah krisis energi Eropa. Impor gas dan minyak Rusia oleh Eropa mencapai 800 juta Euro per hari. Perubahan mata uang pembayaran ke ruble diperkirakan akan mendorong harga gas Eropa dan UK naik 15-20%.
Menteri Keuangan UK, Rishi Sunak, dalam anggaran belanja tahunan memotong pajak bahan bakar 5 pence untuk 12 bulan (senilai GBP 5 miliar) dan menaikkan batasan untuk individu mulai membayar national insurance sebesar GBP 3 ribu. Sunak juga mengumumkan bantuan pemerintah untuk rumah tangga yang terpengaruh oleh kenaikan harga energi, senilai GBP 1 miliar. Dengan data inflasi UK terbaru +6.2%, tertinggi sejak Maret 1992, analis memperkirakan tekanan pada ekonomi UK masih besar tanpa adanya stimulus tambahan.
Dalam berita lainnya, India diberitakan akan segera mengumumkan mekanisme perdagangan rupee-ruble yang akan memungkinkan perusahaan India untuk tetap melakukan
Kurniawanzxz_
Leave Your Message Now