Dow Jones +139.92 poin, S&P500 +15.45 poin dan Nasdaq +40.98 poin. Yield obligasi 10 tahun AS stabil di 2.385%. Bursa saham AS ditutup naik meski data non farm payroll AS dirilis lebih rendah dari perkiraan. Data sektor tenaga kerja masih menunjukkan kondisi ekonomi yang cukup sehat. Tingkat pengangguran turun, lapangan kerja baru masih tercipta dan tingkat gaji juga meningkat. Dengan tingkat gaji terus naik, inflasi dikhawatirkan akan terus bertahan tinggi. Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan 50bp dalam pertemuan FOMC berikutnya.
Bursa saham Asia pagi ini dibuka menguat. Yield curve obligasi AS terus dipantau. Pasar China hari ini dan besok tutup untuk hari libur. Perusahaan teknologi China seperti Alibaba, Xiaomi dan JD terus melakukan pembelian kembali sahamnya. Alibaba meningkatkan pembelian kembali dari $15bn menjadi $25bn. Morgan Stanley memperkirakan tren buyback ini masih akan berlanjut.
Gubernur Fed Chicago, Charles Evans, menyebutkan Fed sebaiknya menaikkan suku bunga acuan secara stabil sebesar 25bp hingga pertemuan FOMC Maret 2023.
Data non farm payroll AS dirilis +431K vs +492K perkiraan.
Data tingkat pengangguran AS dirilis 3.6% vs 3.7% perkiraan.
Data average hourly earnings m/m AS dirilis +0.4% vs +0.4% perkiraan.
Data indeks manufaktur ISM dirilis 57.1 vs 58.9 perkiraan.
Data inflasi CPI UE dirilis +7.5% vs +6.7% perkiraan.
Crude oil ditutup di bawah $100 per barel untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir. Langkah AS untuk melepas cadangan minyak 1 juta barel per hari hingga 6 bulan memberikan tekanan turun pada harga minyak. Investor juga mencermati perkembangan perselisihan Rusia dan negara barat untuk metode pembayaran minyak dan gas Rusia. Putin menyebutkan per 1 April 2022 pembelian minyak gas Rusia harus dengan ruble. Negara barat menolak. Perusahaan gas Rusia, Gazprom, menyebutkan untuk saat ini pembayaran dengan mata uang asing masih diterima dan gas masih dikirim ke Eropa. Akan berlangsung berapa lama hal ini, masih belum bis
Kurniawanzxz_
Leave Your Message Now