Harga minyak mentah dunia kompak merangkak naik pada perdagangan Kamis (26/3/2026). Kenaikan ini dipicu oleh sinyal dari Iran yang menegaskan tidak berniat melakukan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat (AS).
Melansir dari CNBC International, Kamis (26/3/2026) harga minyak mentah Brent yang menjadi tolok ukur internasional melonjak 1,21% ke level US$ 103,46 per barel. Begitu pula, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), juga naik 1,35% ke posisi US$ 91,54 per barel.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan komunikasi yang selama ini terjalin melalui mediator bukan berarti sebuah bentuk negosiasi resmi dengan negeri Paman Sam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bahlil Tak Mau Buru-buru Naikkan Produksi Batu Bara-Nikel, Ini Alasannya |
Media pemerintah Iran melaporkan Iran akan menolak tawaran gencatan senjata dari AS. Bahkan Iran telah menetapkan syarat-syarat sendiri untuk mengakhiri konflik tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah perbedaan keterangan antara AS dan Iran yang bertolak belakang. Pada Selasa lalu, Trump mengklaim AS dan Iran sedang bernegosiasi.
Trump memberikan sinyal bahwa Iran sangat ingin berdamai. Ia mengaku telah membatalkan ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran karena merasa proses negosiasi sedang berjalan. Namun, klaim ini dibantah keras oleh pihak Republik Islam tersebut.
Lihat juga Video: Kontradiksi Negosiasi AS-Iran Makin Panas!
[Gambas:Video 20detik]
Reprinted from republika_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now