Subsidi BBM Malaysia Bengkak hingga 4 Kali Lipat Gara-gara Perang Timur Tengah

avatar
· Views 98
Subsidi BBM Malaysia Bengkak hingga 4 Kali Lipat Gara-gara Perang Timur Tengah
Foto: AFP PHOTO
Jakarta

Beban subsidi bahan bakar Malaysia melonjak lebih dari empat kali lipat dalam waktu kurang dari seminggu. Hal ini seiring dengan kenaikan harga minyak global imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyampaikan subsidi bulanan nasional untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 95 dan solar telah naik dari 700 juta ringgit menjadi 3,2 miliar ringgit atau setara US$ 177,4 juta menjadi US$ 810,9 juta (Rp 2,9 triliun menjadi Rp 13,6 triliun, dengan asumsi kurs Rp 16.869).

Penyebab kenaikan harga minyak dunia, yakni terganggunya jalur Selat Hormuz. Jalur ini merupakan urat nadi yang dilewati 20% pasokan minyak dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: WFH Sehari demi Hemat BBM Tinggal Diputuskan Prabowo

"Dalam waktu kurang dari seminggu, harga minyak global melonjak dari sekitar US$ 70 menjadi hampir US$ 120 per barel," ujar Anwar dikutip dari South China Morning Post, Kamis (25/3/2026).

ADVERTISEMENT

Meski menjadi negara penghasil minyak, Malaysia tetap bergantung pada impor, di mana hampir separuh pasokannya didatangkan melalui rute yang terdampak konflik tersebut. Berdasarkan data tahun lalu, Malaysia mengekspor minyak senilai US$ 5,5 miliar. Namun, harus mengimpor hingga US$ 12,6 miliar. Artinya, ada tekor atau defisit lebih dari US$ 7 miliar.

"Malaysia memang menghasilkan minyak, tetapi kita juga mengimpor lebih banyak minyak daripada yang kita ekspor," tambah Anwar.

Anwar menjelaskan, minyak mentah yang diimpor tidak langsung bisa dipakai. Ada biaya penyulingan, transportasi, hingga asuransi yang semuanya ikut meroket saat perang pecah. Kenaikan ini tentu mengancam biaya transportasi, harga pangan, hingga pengeluaran rumah tangga warga Malaysia.

Pemerintah Malaysia pun telah menaikkan subsidi agar masyarakatnya tidak menanggung beban penuh dari kenaikan harga global tersebut. Anwar optimistis situasi tersebut dapat dilewati, mengingat pernah berhasil mengatasi badai serupa sebelumnya.

"Di masa-masa sulit ini, Malaysia memilih untuk menyerap sebagian dari tekanan biaya global demi melindungi rakyat," jelas Anwar.

(acd/acd)

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest