Asia Dibuka Cenderung Melemah, Kenaikan Harga Energi Menghantui Pasar

avatar
· Views 6,683
  • Bursa saham Asia dibuka cenderung melamah, setelah gejolak Wall Street, di tengah aksi jual aset akibat perang Iran.
  • Serangan Iran ke fasilitas gas Qatar memicu lonjakan harga energi dan kekhawatiran gangguan pasokan global.
  • ASX 200 turun, Hang Seng melemah, sementara Kospi dan Kosdaq justru menguat; harga minyak dan gas naik tajam.

Ipotnews - Bursa sahamAsia menjelang akhir pekan ini, Jumat (20/3), dibuka cenderung melemah,setelah perdagangan yang bergejolak di Wall Street semalam. Investor melepas aset mulai dari obligasi pemerintah hingga saham dan logam di tengah perang Iran.
Laman CNBC melaporkan, Teheran menyerang pabrik gas terbesar di dunia di Qatar, menyebabkan gangguan pasokan energi untuk beberapa tahun ke depan. Serangan ini merupakanbalasan atas serangan Israel terhadap ladang gas South Pars. CEO QatarEnergy, Saad al-Kaabi, mengatakan serangan Iran telah menghapus 17% kapasitas ekspor LNG negara tersebut selama tiga hingga lima tahun.
Serangan balasan terhadap infrastruktur minyak dan gas utama di Timur Tengah mendorong harga energi melonjak tajam.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,27%.
Indeks unggulan Korea Selatan, Kospi dibuka melaju hampir 1%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq meningkat 0,94%.
Bursa saham Jepang tutup karena hari libur nasional.
Futures indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.312, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks di 25.500,58.
Harga gas alam AS terakhir terlihat melonjak 1,5% ke USD3,112 per juta British thermal units. Sementara itu, bensin RBOB Nymex kontrak April naik hampir 1% ke USD3,13 dan menyentuh level tertinggi dalam hampir empat tahun.
Minyak mentah acuan internasional Brent naik 1,18% menjadi USD108,65 per barel pada Kamis malam, setelah sempat melampaui USD119 pada sesi sebelumnya.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,19% ke USD96,14.
Dampak perang kawasan juga menjalar ke logam, dengan harga emas dan perak masing-masing sempat turun sekitar 5% dan 10% sebelum memangkas kerugian.
Sebagai sinyal upaya meredakan kekhawatiran, Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak akan mengerahkan pasukan darat, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Israel akan menahan diri untuk tidak mengulangi serangan terhadap fasilitas energi Iran.
Negara-negara yang bersekutu dengan AS, termasuk Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, dan Jepang, mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam upaya memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz. ( CNBC )/AI)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest