- CPO naik 4 hari beruntun, didorong palm olein Dalian dan minyak mentah.
- Ekspor sawit Maret meroket 43,5%, ringgit kuat bikin CPO lebih mahal.
- Potensi pajak Indonesia & tekanan global pengaruhi harga, support 4.494 ringgit.
Ipotnews - Minyak sawit (CPO) berjangka Malaysia terus menguat untuk hari keempat berturut-turut, Senin, mengikuti kenaikan palm olein Dalian dan lonjakan harga minyak mentah global.
Kontrak minyak sawit acuan untuk pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melesat 85 ringgit, atau 1,86%, menjadi 4.657 ringgit (USD1.184,99) per metrik ton hingga sesi istirahat tengah hari, demikian laporan Reuters, di Kuala Lumpur, Senin (16/3).
Trader yang berbasis di Kuala Lumpur mengatakan, penguatan ini dipicu lompatan harga palm olein Dalian, yang pada sesi pagi di Asia mencapai level tertinggi sejak Juni 2022. "Pasar juga didukung penguatan harga minyak mentah," papar dia.
Di pasar Dalian, kontrak minyak kedelai (soyoil) yang paling aktif naik 0,34%, sementara kontrak minyak sawitnya melambung 2,52%. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,95%.
Pergerakan harga sawit kerap mengikuti tren minyak pesaing, karena komoditas ini berkompetisi memperebutkan pangsa pasar minyak nabati (vegetable oil) global.
Harga minyak mentah melejit seiring kembalinya perhatian investor pada ancaman terhadap fasilitas minyak di Timur Tengah, meski Presiden AS Donald Trump menyerukan negara-negara untuk membantu menjaga keamanan Selat Hormuz, jalur vital pengiriman energi dunia.
Penguatan harga minyak mentah juga membuat sawit menjadi pilihan lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Surveyor kargo Intertek Testing Services memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-15 Maret meroket 43,5% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, perkiraan dari AmSpec Agri Malaysia dijadwalkan akan dirilis hari ini.
Penguatan ringgit 0,15% terhadap dolar membuat CPO lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Di sisi kebijakan, pejabat senior Indonesia menyatakan pemerintah dapat memberlakukan pajak tambahan pada beberapa komoditas, termasuk minyak sawit, jika diperlukan untuk mengurangi dampak kenaikan harga minyak global terhadap APBN .
Menurut analis teknikal Reuters, Wang Tao, harga minyak sawit kemungkinan akan menguji level support di 4.494 ringgit per metrik ton, setelah dua kali gagal menembus level resistance 4.612 ringgit. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now