PLTD Mau Disuntik Mati, Diganti PLTS

avatar
· Views 286
PLTD Mau Disuntik Mati, Diganti PLTS
Melihat Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Tertua di Aceh.Foto: Pradita Utama
Jakarta

Pemerintah akan menghentikan bertahap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Listrik selanjutkan akan dipasok melalui Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari target pembangunan PLTS 100 gigawatt (GW) yang sebelumnya disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

"Itu kan bagian dari rencana untuk PLTS 100 gigawatt. Jadi mana yang didieselisasi, jadi kan daerah-daerah yang masih dialiri listrik dengan menggunakan diesel itu akan kita konversi jadi PLTS. Itu yang disampaikan oleh Pak Bahlil kemarin," ujar Yuliot di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan serta Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi telah memetakan 30 lokasi yang akan diprioritaskan untuk pembangunan PLTS, terutama di kawasan Indonesia timur.

"Ini ada beberapa lokasi yang sudah didetifikasi di Dijen Gatrik dan juga di Dijen EBTKE. Yang mudah-mudahan itu yang kita prioritaskan di kawasan Timur Indonesia. Angka ini sudah lebih dari 30 lokasi yang kita prioritaskan," terang Yuliot.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan selepas Hari Raya Lebaran, pemerintah akan memulai untuk mengganti pembangkit listrik diesel dengan pembangkit tenaga surya dan panas bumi.

"Mungkin pas hari raya ini sudah bisa action dan pertama yang kita akan selesaikan adalah diesel-diesel, PLTD yang dari solar, akan kita selesaikan semua dengan PLTS dan juga adalah geothermal. Itu mungkin yang perlu saya sampaikan," sebut Bahlil usai rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Program transisi energi ini dititikberatkan pada optimalkan seluruh potensi energi terbarukan di dalam negeri sehingga ketahanan energi di Indonesia tidak terganggu apabila ada gejolak global.

"Karena itu kita mengoptimalkan seluruh potensi kita yang ada dalam negeri, energi-energi yang bisa kita konversi dari fosil untuk kita bisa lakukan seperti ini," terang Bahlil.

(hrp/hns)

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest