Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa pemerintah berupaya menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak semakin melebar. Kepala bahkan menargetkan APBN tidak mengalami defiisit dan mencapai anggaran yang seimbang ataubalanced budget.
"Kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa defisit kita tidak kita tambah, bahkan kalau bisa cita-cita kita adalah kita tidak memiliki defisit. Sasaran kita itu adalah APBN kiya harus balance budget, itu paling ideal, dan kita bisa lakukan," katanya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Prabowo menilai upaya tersebut bisa dilakukan jika berbagai sumber kebocoran dalam pengelolaan anggaran dapat ditekan. Ia menyinggung sejumlah praktik yang dinilai masih menjadi masalah dalam tata kelola keuangan negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa di antaranya adalah inefisiensi anggaran, praktik under invoice, under counting, hingga manipulasi administrasi dalam berbagai aktivitas ekonomi. Menurutnya, praktik-praktik tersebut menyebabkan potensi kebocoran yang cukup besar dalam perekonomian.
"Kita harus ingat bahwa kita mengalami masalah kebocoran, tidak efisien, under invoice, under counting, manipulation administrasi dan sebagainya. Ini besar ini kebocorannya," tambah dia.
Baca juga: Ditanya Prabowo soal Utang RI, Airlangga: Masih Terendah di Dunia |
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait adanya rumor bahwa pemerintah sedang merencanakan pelebaran batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di atas 3%. Rencana itu disebut masih sedang dipikirkan.
Salah satu yang jadi pertimbangan pemerintah tidak buru-buru menaikkan batas defisit APBN di atas 3% yakni Indonesia bisa dinilai negatif oleh lembaga pemeringkat internasional. Meski kata Purbaya, sudah banyak negara lain yang defisitnya di atas 3%.
"Pertimbangannya apakah kalau menembus (3%), lembaga rating akan mengganggu kita atau memberi penilaian negatif. Sebenarnya kalau secara fair, kan sekeliling kita sudah sedikit yang di bawah 3%, hampir nggak ada malah," tutur Purbaya.
Purbaya mengaku jika memang ada perintah untuk menaikkan defisit di atas 3% dari Presiden Prabowo Subianto, tidak menutup kemungkinan sebagai anak buah akan menjalankannya.
(acd/acd)Reprinted from detik_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now