PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia) mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 dengan peningkatan pendapatan dan laba bersih. Perusahaan menilai capaian ini mencerminkan ketahanan model bisnis berbasis nilai di tengah dinamika kondisi makroekonomi.
Pada kuartal IV yang berakhir 31 Desember 2025, MR.D.I.Y. Indonesia membukukan laba bersih Rp 338,6 miliar atau tumbuh 16,2% secara tahunan (year on year/YoY). Peningkatan ini didorong produktivitas operasional yang lebih baik serta pengelolaan biaya yang disiplin.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Perseroan mencatat pendapatan Rp 7,92 triliun, naik dari Rp 6,79 triliun pada 2024. Laba bersih tahunan juga meningkat menjadi Rp 1,13 triliun dibandingkan Rp 1,08 triliun pada tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, menyatakan pertumbuhan kinerja solid pada 2025 mencerminkan skalabilitas model operasional dan disiplin manajemen finansial yang menghasilkan profitabilitas konsisten.
Ia menegaskan fokus perusahaan pada pemberian nilai tambah bagi pelanggan melalui produk relevan dengan harga terjangkau, sekaligus memperluas jangkauan secara terukur dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
"Fundamental ini memberikan keyakinan terhadap ketahanan bisnis kami seiring dengan pelaksanaan strategi pertumbuhan jangka panjang," ujar Edwin dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).
Ekspansi yang Disiplin, Didukung Fundamental Kuat
Ilustrasi store MR.D.I.Y Foto: dok. MR.D.I.Y Indonesia |
Sepanjang 2025, MR.D.I.Y. Indonesia juga memperluas jaringan dengan membuka 272 toko baru di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut melampaui target ekspansi perusahaan dengan tetap menjaga disiplin dalam alokasi modal.
Ekspansi ini didukung kemampuan perusahaan menghasilkan kas internal yang kuat. Hal ini tercermin dari arus kas operasional yang meningkat 70,2% secara tahunan menjadi Rp 1,3 triliun.
Selain itu, MR.D.I.Y. Indonesia juga mempertahankan rasio gearing di level 0,4 kali yang mencerminkan struktur permodalan yang pruden serta ketahanan finansial perusahaan.
Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menjelaskan bahwa pendekatan seimbang memastikan ekspansi perusahaan tetap berkelanjutan dengan dukungan fondasi keuangan yang kuat.
"Dengan kemampuan menghasilkan kas yang solid serta struktur permodalan yang pruden, kami berada pada jalur yang tepat untuk terus bertumbuh sekaligus menjaga nilai jangka panjang bagi para pemegang saham," jelas Rika.
Sejalan dengan kinerja keuangan yang kuat pada 2025, manajemen MR.D.I.Y. Indonesia berencana membagikan dividen tunai minimal 40% dari laba bersih setelah pajak untuk tahun buku 2025.
"Kami dengan senang hati mengumumkan rencana pembagian dividen yang akan diajukan untuk disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) mendatang. Hal ini mencerminkan keyakinan kami terhadap kinerja laba Perseroan sekaligus komitmen untuk terus memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham," kata Edwin.
MR.D.I.Y. Indonesia juga menilai prospek industri ritel masih positif. Hal ini didukung ketahanan konsumsi rumah tangga serta meningkatnya preferensi masyarakat terhadap produk dengan nilai guna yang tinggi.
Selain itu, kebutuhan konsumsi rumah tangga yang bersifat berulang di luar periode musiman juga menjadi pendorong pertumbuhan. Produk kebutuhan rumah tangga yang terjangkau dan mudah diakses dinilai tetap menjadi pilihan banyak keluarga Indonesia.
Ilustrasi store MR.D.I.Y Foto: dok. MR.D.I.Y Indonesia |
Secara rinci, kinerja MR.D.I.Y. Indonesia pada 2025 tercatat sebagai berikut:
- Pendapatan: Rp 7.922,2 miliar (FY 2025) dibanding Rp 6.789,6 miliar pada 2024. Pada kuartal IV 2025 tercatat Rp 2.150,1 miliar dibanding Rp 1.867,5 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
- Laba kotor: Rp 4.365,5 miliar (FY 2025) dibanding Rp 3.737,5 miliar pada 2024. Pada kuartal IV 2025 tercatat Rp 1.162,3 miliar dibanding Rp 1.027,9 miliar pada kuartal IV 2024.
- Laba bersih: Rp 1.131,0 miliar (FY 2025) dibanding Rp 1.078,3 miliar pada 2024. Pada kuartal IV 2025 tercatat Rp 338,6 miliar dibanding Rp 291,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Edwin mengatakan, dengan menekankan bahwa penetrasi ritel yang masih rendah di berbagai wilayah Indonesia memberi peluang besar bagi MR.D.I.Y. untuk tumbuh melalui ekspansi disiplin, eksekusi operasional konsisten, serta fokus pada keterjangkauan harga dan aksesibilitas.
"Kami yakin MR.D.I.Y. Indonesia dapat terus melayani lebih banyak keluarga Indonesia sekaligus menghadirkan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan," tutup Edwin.
Video: Ekonom Ungkap PR Besar OJK di Masa Perang Timur Tengah
Video: Ekonom Ungkap PR Besar OJK di Masa Perang Timur Tengah
(prf/ega)
Reprinted from detik_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.



Leave Your Message Now