IDXChannel – Lonjakan harga minyak dunia kembali memicu kekhawatiran pasar global lantaran menimbulkan risiko kenaikan inflasi yang berujung pada arah kebijakan suku bunga global.
Harga minyak sempat menembus level USD100 per barel pada perdagangan Senin (9/3/2026), dipicu eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Harga Minyak Anjlok 11 Persen usai Trump Isyaratkan Deeskalasi Timur TengahBerdasarkan analisis dari CME FedWatch Tool per Senin (9/3/2026) sore, pelaku pasar kini memperkirakan Federal Reserve akan menahan suku bunga pada pertemuan Juni 2026.
Ekspektasi ini berubah dibandingkan sebelum konflik AS-Iran memanas, ketika pasar masih memproyeksikan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Dolar AS Tergelincir Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia, Pasar Cermati Ketidakpastian Konflik TimurStockbit pada Selasa (10/3/2026) menilai dinamika perang Perang Rusia-Ukraina pada 2022 dapat menjadi acuan (playbook) untuk membaca potensi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah lonjakan harga minyak.
Reprinted from Idxchannel,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now