- Emas turun karena dolar kuat, imbal hasil AS naik, dan risiko inflasi meningkat.
- Lonjakan harga minyak akibat ketegangan Timur Tengah tekan prospek pemangkasan suku bunga.
- Perak flat, platinum dan paladium melemah.
Ipotnews - Emas merosot, Senin, terbebani penguatan dolar AS, membuat bullion yang dibanderol dalam greenback menjadi lebih mahal. Sementara itu, kenaikan biaya energi memicu kekhawatiran inflasi, yang semakin menurunkan prospek pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Harga emas di pasar spot melorot 0,81% menjadi USD5.130,03 per ons pada pukul 13.13 WIB, setelah jatuh lebih dari 2% di sesi awal, demikian laporan Reuters dan Bloomberg, di Bengaluru, Senin (9/3).
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April menyusut 0,61% jadi USD5.127,30 per ons.
Penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Selain itu, imbal hasil US Treasury bertenor 10-tahun melesat ke level tertinggi dalam sebulan, meningkatkan biaya kepemilikan logam kuning yang tidak memberikan bunga.
"Emas berada di posisi lemah hari ini meski pasar sedang bergejolak. Harga minyak yang melampaui angka triple-digit mendorong dolar naik karena kekhawatiran inflasi dan ekspektasi pemangkasan suku bunga yang semakin menipis," ujar Tim Waterer, Kepala Analis KCM Trade.
Harga minyak mentah meroket lebih dari 20% menjadi di atas USD110 per barel, setelah konflik Amerika-Israel dengan Iran memicu beberapa produsen minyak utama di Timur Tengah memangkas pasokan akibat kekhawatiran gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz.
"Sebagian besar kenaikan harga emas dalam 12 bulan terakhir didorong ekspektasi suku bunga AS yang dovish. Namun, dengan risiko inflasi akibat harga minyak USD100 per barel, pemangkasan suku bunga tidak lagi pasti dan harga emas menyesuaikan kembali," ujar Waterer.
Investor memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap pada akhir pertemuan dua hari, 18 Maret, menurut FedWatch Tool CME Group. Peluang suku bunga tetap pada Juni, yang sebelumnya di bawah 43% pekan lalu, kini naik menjadi lebih dari 51%.
Emas cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga yang rendah karena merupakan aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat. Senin, Iran mengumumkan penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai penerus ayahnya, Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi, menandakan kelompok garis keras tetap memegang kendali.
Logam lainnya, perak spot relatif flat di USD84,31 per ons, setelah sempat tersungkur lebih dari 5% di sesi awal. Platinum spot turun 0,35% jadi USD2.144,13 per ons, dan paladium melemah 0,52% ke posisi USD1.617,76 per ons. (Reuters/Bloomberg/AI)
Sumber : Admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now