Kedelai Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian Permintaan China dan Musim Panen Brasil

avatar
· Views 217
  • Harga kedelai turun 0,04% karena ketidakpastian permintaan China dan panen Brasil.
  • Keraguan permintaan China pulih meski target pembelian kedelai tercapai.
  • Harga gandum naik 0,30%, jagung stabil karena permintaan ekspor.

Ipotnews - Harga kedelai berjangka Chicago turun tipis, Rabu, tertekan ketidakpastian terkait permintaan dari China dan kelanjutan musim panen di Brasil yang melimpah.
Kontrak kedelai paling aktif di Chicago Board of Trade ( CBOT ) melemah 0,04% atau 50 sen menjadi USD1.170,00 per bushel pada pukul 12.39 WIB, demikian laporan  Reuters  dan  Bloomberg,  di Beijing, Rabu (4/3).
Pasar saat ini sedang memantau apakah permintaan dari China akan pulih setelah Beijing berhasil memenuhi target pembelian kedelai 12 juta ton yang dijanjikan kepada Gedung Putih. Namun, trader masih meragukan potensi pembelian lebih lanjut dari China mengingat tingginya harga kedelai di Amerika Serikat.
"Meski Beijing telah memenuhi target pembelian kedelai, banyak trader yang masih skeptis dengan prospek permintaan China mengingat harga kedelai yang tinggi dari AS," kata seorang analis pasar.
Terkait hubungan perdagangan AS-China, diperkirakan para negosiator dari kedua negara akan bertemu pada pertengahan Maret. Pertemuan ini memperlihatkan bahwa rencana untuk menggelar pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump, dan Presiden China Xi Jinping, tetap berjalan lancar, meski terdapat serangan Amerika terhadap Iran, seperti yang dilaporkan  Bloomberg News. 
Di sisi lain, harga gandum berjangka CBOT menguat 0,30% atau USD1,75 menjadi USD575,75 per bushel, meski kondisi cuaca yang membaik di wilayah penghasil gandum AS dan pasokan global cukup melimpah.
Curah hujan di daerah penghasil gandum AS meningkatkan kondisi tanaman, yang secara negatif mempengaruhi harga gandum. Meski demikian, kekeringan di beberapa area masih menjadi perhatian, menurut analis.
Sementara itu, harga jagung CBOT relatif flat di posisi USD446,00 per bushel, terbantu permintaan ekspor yang kuat. Departemen Pertanian AS ( USDA ) mengonfirmasi penjualan jagung Amerika sebanyak 196.000 ton untuk pengiriman ke tujuan yang tidak diketahui pada tahun pemasaran 2025/26.
Menurut laporan trader, Selasa, Commodity funds tercatat sebagai net seller untuk kontrak berjangka jagung, gandum, dan kedelai CBOT . (Reuters/Bloomberg/AI)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest