IDXChannel - Indeks utama Wall Street turun lebih dari 2 persen pada pembukaan perdagangan Selasa (3/3/2026), waktu setempat. S&P 500 mencapai titik terendahnya dalam kurun lebih dari dua bulan, karena investor bersiap menghadapi dampak meluasnya konflik Timur Tengah terhadap harga minyak, inflasi, dan perdagangan global.
Dilansir dari Reuters, ancaman Iran untuk menyerang kapal apa pun yang mencoba melintasi Selat Hormuz, dikombinasikan dengan penghentian produksi oleh beberapa produsen minyak dan gas Timur Tengah, telah mendorong kenaikan tarif pengiriman global dan harga minyak mentah serta gas alam.
Wall Street Ditutup Bervariasi, Perdagangan Volatil Usai Serangan AS ke IranSelat tersebut, yang merupakan titik rawan kritis, mengangkut sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia.
"Investor khawatir akan inflasi tambahan yang akan datang. Kekhawatiran utama adalah (harga minyak) naik hingga lebih dari USD100 per barel dan tetap di sana," kata Manajer Portofolio Senior di Dakota Wealth, Robert Pavlik.
Wall Street Terpuruk Akibat Kekhawatiran Konflik Timur Tengah yang BerkepanjanganReprinted from Idxchannel,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now