Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mendorong investasi energi bersih dan kolaborasi transisi energi di kawasan ASEAN melalui acara ASEAN Editors and Economic Opinion Leaders Forum 2026 di Filipina.
CEO Pertamina NRE, John Anis mengungkapkan stabilitas politik dan kepastian regulasi menjadi fondasi utama dalam keputusan investasi bagi industri energi baru terbarukan (EBT). Sebab investasi energi bersih membutuhkan belanja modal besar dan periode pengembalian panjang.
"Oleh karena itu, selain kelayakan finansial, kestabilan geopolitik, konsistensi kebijakan, kepastian hukum, tata kelola yang transparan, dan konsistensi kebijakan menjadi faktor yang sangat menentukan," ujar John Anis dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu dikatakan John Anis dalam forum yang digelar ASEAN Committee on Business and Investment Promotion (CBIP) bersama Departemen Perindustrian dan Perdagangan Filipina, pada Selasa (24/2).
Ia menilai prospek ekonomi ASEAN masih kuat sejalan dengan ambisi peningkatan bauran energi terbarukan hingga 2050. Menurutnya, kawasan ini kian strategis untuk investasi energi transisi, terutama jika negara anggota mampu mengharmonisasi regulasi agar iklim usaha lebih terintegrasi dan kompetitif.
Sebagai bagian dari Pertamina Group, Pertamina NRE mengedepankan pendekatan investasi yang disiplin dan terukur. Evaluasi proyek dilakukan dengan mempertimbangkan imbal hasil berbasis risiko, termasuk premi risiko negara dan risiko sektoral, serta uji tekanan terhadap berbagai skenario geopolitik dan makroekonomi.
Untuk investasi di luar negeri, Pertamina NRE juga mempertimbangkan manfaatnya bagi Indonesia, mulai dari kontribusi terhadap ketahanan energi nasional, transfer pengetahuan, hingga penciptaan nilai tambah bagi perekonomian domestik. Partisipasi di forum ini disebut merefleksikan komitmen jangka panjang Pertamina NRE di kawasan.
Salah satu langkahnya adalah investasi strategis di Filipina melalui kepemilikan 20% saham Citicore Renewable Energy Corporation (CREC). Investasi ini memperkuat posisi Pertamina NRE sebagai mitra pengembangan proyek surya skala besar di Filipina sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara untuk pengembangan EBT.
Di sisi lain, Pertamina NRE juga menilai pengalaman Filipina dalam kebijakan mandatori bahan bakar nabati bisa menjadi rujukan pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia, baik dari aspek regulasi, model bisnis, maupun insentif investasi.
Menutup paparannya, John Anis menegaskan investasi lintas negara yang berkelanjutan membutuhkan keselarasan visi antara investor dan negara tuan rumah.
"Investasi bukan sekadar transaksi, melainkan kemitraan jangka panjang. Diperlukan ambisi bersama, peluang ekonomi yang jelas, serta motivasi untuk berkolaborasi melalui transfer teknologi, penguatan kapasitas lokal, dan tata kelola yang baik," tegasnya.
Pertamina NRE menyatakan akan terus mendorong terciptanya ekosistem investasi yang stabil, transparan, dan kolaboratif di ASEAN, sejalan dengan agenda transformasi energi dan investasi hijau di kawasan.
Sebagai informasi, forum tersebut dihadiri Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr., Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, serta para pemimpin korporasi dan investor global.
Video: Langkah Kemenperin Dorong Minat Pengusaha Gunakan PLTS Atap
Video: Langkah Kemenperin Dorong Minat Pengusaha Gunakan PLTS Atap
(prf/ega)
Reprinted from republika_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now