- Harga tembaga naik meski stok tinggi dan ketidakpastian tarif AS.
- Persediaan tembaga capai level tertinggi sejak 2025, tarif sektor-spesifik AS masih berlaku.
- Nikel dan logam lainnya menguat, dengan nikel naik 1,30% di Shanghai.
Ipotnews - Harga tembaga menguat, Selasa, seiring dengan kembalinya trader China ke pasar setelah libur panjang, meski kekhawatiran terkait lonjakan stok dan ketidakpastian tarif Amerika Serikat masih membayangi market.
Kontrak tembaga yang paling aktif di Shanghai Futures Exchange ditutup naik 0,75% menjadi 101.510 yuan (USD14.728,88) per ton metrik pada hari pertama pembukaan kembali bursa setelah liburan Tahun Baru Imlek selama sembilan hari di China.
Di London Metal Exchange, harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan melonjak 1,67%, jadi USD13.084 per ton pada pukul 14.35 WIB, demikian laporan Reuters, di Beijing, Selasa (24/2).
Seorang trader yang berbasis di Shanghai, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, "Tembaga menunjukkan ketahanan meski tingkat persediaan yang tinggi, karena investor tetap yakin, namun diperlukan pemicu baru agar harga tembaga bisa melaju ke arah yang lebih jauh."
Persediaan tembaga yang terdaftar di gudang LME terus melesat sejak pertengahan Januari, mencapai total 241.825 ton, level tertinggi sejak Maret 2025, menurut data bursa yang dirilis Senin.
Tembaga juga menghadapi ketidakpastian baru setelah Mahkamah Agung AS memutuskan untuk menangguhkan tarif darurat Presiden Donald Trump, Jumat, yang membuatnya mengumumkan tarif sementara 15% pada impor dari seluruh negara.
Namun, keputusan tersebut tetap membiarkan tarif sektor-spesifik yang dikenakan untuk alasan keamanan nasional, termasuk pada produk aluminium, baja dan tembaga.
Menurut analis ING, "Keputusan ini mengurangi risiko langsung terhadap aliran perdagangan global dan permintaan industri."
Namun, mereka juga mencatat, "Kenaikan harga mungkin tetap terbatas mengingat beberapa tarif sektor-spesifik masih berlaku dan pemerintahan Trump dapat mengejar langkah-langkah perdagangan alternatif."
Di pasar lainnya, nikel mengalami kenaikan setelah pejabat Indonesia mempertimbangkan untuk mencabut izin lingkungan PT QMB New Energy Materials, sebuah usaha patungan nikel dan kobalt yang dipimpin GEM China.
Kontrak nikel yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai melambung 1,30% dan ditutup 137.950 yuan per ton, sementara nikel London melejit 2,27% menjadi USD17.675 per ton.
Logam dasar lainnya di bursa Shanghai, aluminium menguat 0,75%, seng (zinc) naik 0,74%, timah bertambah 0,90%, sedangkan timbal (lead) turun 0,18%.
Di kompleks LME, aluminium naik 0,58%, seng menguat 0,91%, timbal melonjak 1,64%, dan timah meroket 4,57%. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now