Rupiah Menguat, Pasar Bereaksi Positif atas Era Baru Hubungan RI-AS

avatar
· Views 1,984
  • Rupiah menguat tipis +0,04% ke Rp16.888/USD, didorong perjanjian dagang resiprokal Indonesia-AS.
  • Tekanan dolar AS tetap kuat akibat data ekonomi positif dan nada hawkish FOMC .
  • Pasar menunggu data AS (PDB, PCE, PMI) yang akan tentukan arah rupiah jangka pendek.

Ipotnews - Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis versus dolar AS pada perdagangan akhir pekan, didorong sentimen positif dari penandatanganan perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kesepakatan ini meningkatkan optimisme pasar terhadap prospek ekonomi domestik.
Berdasarkan data  Bloomberg  pada pukul 15.00 WIB, rupiah menguat 6 poin atau 0,04% menjadi Rp16.888 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin, yakni Rp16.894.
Pengamat ekonomi dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai penguatan rupiah masih terbatas oleh kondisi dolar AS yang solid di pasar global.
Menurutnya, risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal ( FOMC ) periode Januari menunjukkan nada hati-hati, namun cenderung hawkish, sehingga pemotongan suku bunga jangka pendek dinilai tidak mungkin dilakukan.
"Risalah tersebut membuat dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah tetap stabil, menekan logam mulia yang tidak menghasilkan bunga," tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (20/2) petang.
Selain itu, data ekonomi Amerika yang lebih kuat dari perkiraan turut menopang dolar AS. Klaim pengangguran awal turun menjadi 206 ribu, jauh di bawah perkiraan 225 ribu, sementara Survei Manufaktur Federal Reserve Philadelphia naik ke 16,3 pada Februari, melampaui ekspektasi 8,5. "Data ekonomi Amerika yang optimis menguatkan dolar AS dan menambah tekanan pada harga emas," ucap Ibrahim.
Dari sisi geopolitik, ketegangan antara Amerika dan Iran tetap menjadi risiko global. Militer AS dilaporkan mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran, sementara Presiden Donald Trump memberikan tenggat 10-15 hari bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan nuklir.
Meski demikian, sentimen domestik menjadi penopang bagi rupiah. Pemerintah Indonesia dan Amerika resmi menandatangani perjanjian perdagangan resiprokal bertajuk "Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance" di Washington DC.
Perjanjian ini mencakup 11 nota kesepahaman (MoU), pembentukan dewan ekonomi permanen, penurunan tarif ribuan pos produk, serta komitmen pembelian energi dan pesawat. Kesepakatan yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump ini diharapkan memperkuat keamanan ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data ekonomi utama AS nanti malam, termasuk pembacaan awal Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV, Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), serta indeks PMI Global S&P. Hasil data ini diperkirakan memengaruhi arah pergerakan mata uang global dan rupiah dalam jangka pendek. (Adhitya/AI)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest