- Pernyataan BI soal rupiah "undervalued" dinilai mencerminkan kekhawatiran atas tekanan nilai tukar
- Stabilitas kurs disebut menjadi satu-satunya penghambat ruang pemangkasan suku bunga
- Jika tekanan mereda, peluang dua kali pemotongan suku bunga pada kuartal II tetap terbuka
Ipotnews - Bank Indonesia menyebut nilai tukar rupiah saat ini berada di level yang "undervalued", sebuah pernyataan yang dinilai pasar sebagai sinyal meningkatnya kekhawatiran otoritas terhadap pelemahan mata uang domestik.
Analis J.P. Morgan, Jin Tik Ngai, dalam catatannya menyebut bahwa penegasan tersebut menunjukkan perhatian yang lebih besar dari bank sentral terhadap stabilitas kurs. Menurutnya, meski tekanan inflasi inti tetap stabil dan rendah, ruang pelonggaran kebijakan moneter kini sangat ditentukan oleh pergerakan rupiah.
Ia menilai bahwa dengan sikap kebijakan yang masih pro-pertumbuhan, stabilitas nilai tukar menjadi "satu-satunya kendala" bagi Bank Indonesia untuk kembali memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat.
Bank sentral juga menegaskan tengah meningkatkan upaya stabilisasi rupiah melalui operasi pasar yang lebih aktif. Langkah ini dipandang sebagai sinyal bahwa otoritas siap memperkuat intervensi guna meredam volatilitas di pasar valas.
Jika tekanan terhadap rupiah mulai mereda, Ngai memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin masih terbuka pada kuartal II, dengan potensi realisasi pada April dan Juni.(Doe Jones Newswires)
Sumber : Admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now