Perjanjian Dagang Indonesia-AS Diteken, Produk RI Ini Dapat Tarif 0%

avatar
· Views 491
Perjanjian Dagang Indonesia-AS Diteken, Produk RI Ini Dapat Tarif 0%
Foto: Dok. Humas Kemenko Perekonomian
Jakarta

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani perjanjian dagang terkait tarif resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART). Melalui perjanjian itu, sejumlah produk asal Indonesia bisa masuk pasar AS dengan tarif 0%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan dalam perjanjian dagang Indonesia-AS yang diberi nama 'Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance' itu, setidaknya ada 1.819 pos tarif produk Indonesia yang kini menjadi bebas tarif bea masuk ke AS.

"Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0%" tegas Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, AS juga memberikan tarif 0%. Namun pemberian tarif ini akan menggunakan mekanisme Tariff Rate Quota atau TRQ.

"Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," papar Airlangga.

ADVERTISEMENT
Baca juga: Sah! Indonesia & AS Teken Kesepakatan Tarif Dagang

Di sisi lain, Airlangga mengatakan Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan fasilitas berupa tarif 0% untuk sejumlah produk asal Negeri Paman Sam utamanya produk pertanian yang tidak diproduksi oleh Indonesia, seperti gandum dan kacang kedelai.

"Indonesia juga komitmen untuk memberikan fasilitas untuk produk Amerika dengan tarif 0% karena utamanya Indonesia mengimport produk pertanian," paparnya.

"Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari soy bean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat," ucap Airlangga lagi.

Di luar itu, Airlangga mengatakan sebelumnya dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Indonesia dan Amerika Serikat telah menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait perdagangan produk-produk terkait kesepakatan dagang resiprokal ini.

"Kemarin telah ditandatangani 11 Memorandum of Understanding, baik itu dari segi perdagangan yang merupakan turunan daripada agreement untuk reciprocal trade. Untuk pembelian energi, pembelian agriculture, dan juga untuk pembelian lain," pungkasnya.

(igo/fdl)

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest