Minyak Jeblok, Prospek Surplus Pasokan dan Meredanya Risiko Geopolitik Tekan Pasar

avatar
· Views 980
  • Harga minyak turun lebih dari 2% setelah IEA memangkas proyeksi permintaan dan memperkirakan surplus pasokan global.
  • Meredanya ketegangan AS-Iran dan negosiasi yang berlanjut menurunkan premi risiko geopolitik di pasar.
  • Kenaikan tajam stok minyak mentah AS turut menekan harga di tengah indikasi melemahnya permintaan jangka pendek.

Ipotnews - Harga minyak merosot, Kamis, seiring proyeksi meningkatnya pasokan global, perlambatan pertumbuhan permintaan, serta meredanya kekhawatiran konflik di Timur Tengah yang sebelumnya menopang pasar.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup anjlok USD1,88 atau 2,71% menjadi USD67,52 per barel, demikian laporan  Reuters,  di Houston, Kamis (12/2) atau Jumat (13/2) pagi WIB.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melorot USD1,79 atau 2,77% menjadi USD62,84 per barel.
Penurunan harga terjadi setelah laporan bulanan International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan minyak global tahun ini akan tumbuh lebih lambat dari estimasi sebelumnya, sekaligus memproyeksikan surplus pasokan yang cukup besar meski sempat terjadi gangguan produksi pada Januari.
Laporan tersebut membuat harga minyak berbalik arah dari penguatan sebelumnya yang didorong kekhawatiran ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen pasar berubah setelah muncul sinyal berlanjutnya negosiasi antara kedua negara, yang dinilai dapat menurunkan risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan saat meninggalkan Washington bahwa Presiden AS Donald Trump tampaknya sedang merumuskan solusi untuk konflik dengan Iran terkait senjata nuklir.
"Fakta bahwa Presiden Trump terus bernegosiasi dengan Iran akan menyebabkan pengurangan risiko geopolitik," kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates.
Proyeksi IEA menawarkan pengurangan permintaan yang "cukup signifikan" untuk tahun 2026, ungkap Lipow. Selain itu, pasar juga mulai mengantisipasi peningkatan pasokan, termasuk potensi tambahan produksi dari Venezuela.
Rabu, Trump mengatakan setelah pembicaraan dengan Netanyahu bahwa mereka belum mencapai kesepakatan pasti tentang bagaimana melanjutkan dengan Iran, tetapi negosiasi dengan Teheran akan berlanjut.
Trump mengatakan pada Selasa bahwa dia mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah jika kesepakatan tidak tercapai dengan Iran. Tanggal dan tempat putaran pembicaraan berikutnya belum diumumkan.
Tekanan terhadap harga minyak turut dipicu lonjakan persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah AS meningkat 8,5 juta barel pekan lalu menjadi 428,8 juta barel, jauh di atas ekspektasi analis yang hanya memperkirakan kenaikan sekitar 793.000 barel.
Di sisi lain, tingkat utilisasi kilang minyak AS turun 1,1 poin persentase menjadi 89,4%, yang mengindikasikan melemahnya permintaan pengolahan dalam jangka pendek.
Dari sisi pasokan global, ekspor produk minyak Rusia melalui jalur laut pada Januari juga meningkat sekitar 0,7% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 9,12 juta metrik ton, didorong tingginya produksi bahan bakar dan penurunan permintaan domestik musiman. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest