Rupiah Melemah ke Atas Rp16.830 per Dolar AS, Pasar Cermati Risiko Kebijakan BI

avatar
· Views 1,838
  • Pelaku pasar khawatir BI kembali melanjutkan siklus pelonggaran suku bunga.
  • Isu independensi bank sentral mencuat usai pelantikan Thomas Djiwandono.
  • Investor menunggu data transaksi berjalan kuartal IV dan perkembangan global.

Ipotnews - Nilai tukar rupiah melemah menembus level Rp16.830 per dolar AS pada Kamis, menghentikan tren penguatan sebelumnya seiring pelaku pasar bersikap hati-hati menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia (BI) pekan depan.
Sentimen pasar tertekan oleh ekspektasi bahwa bank sentral dapat kembali melanjutkan siklus pelonggaran guna menopang pertumbuhan ekonomi, setelah memangkas suku bunga secara kumulatif sebesar 150 basis poin sejak September 2024.
Kekhawatiran terhadap kredibilitas kebijakan juga kembali mengemuka menyusul pelantikan Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo Subianto, sebagai deputi gubernur BI awal pekan ini. Langkah tersebut memicu sorotan terhadap independensi bank sentral.
Dari sisi eksternal, risiko global masih membayangi, termasuk potensi pengawasan Uni Eropa terhadap aliran minyak Rusia yang dapat mengganggu arus perdagangan internasional.
Investor juga menantikan rilis data transaksi berjalan kuartal IV, setelah Indonesia membukukan surplus pertama dalam hampir dua tahun pada kuartal III.
Di pasar global, indeks dolar AS bergerak relatif lemah, meskipun data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan meredam harapan pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.(Trading Economics)

Sumber : admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest