Bahlil Sebut Lifting Minyak 605 Ribu Barel/Hari Fakta, Bukan Omon-omon!

avatar
· Views 2,057
Bahlil Sebut Lifting Minyak 605 Ribu Barel/Hari Fakta, Bukan Omon-omon!
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia gelar kuliah umum.Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons pihak yang meragukan capaian lifting minyak nasional pada 2025 sebesar 605,3 ribu barel per hari.

Bahlil bilang, capaian lifting 2025 ini merupakan yang terbaik. Pasalnya sudah beberapa tahun target lifting minyak nasional tidak pernah tercapai.

"Di dalam APBN kita di 2024 lifting kita itu tidak mencapai target, bahkan cuma mencapai 585 ribu barel per day. Tapi dengan ramuan pertama pada tahun pertama, alhamdulillah lifting kita di 2025 mencapai target APBN sebesar 605 ribu barel per day. Jadi ini fakta lho, ini bukan omon-omon," ujar Bahlil dalam acara Kuliah Umum yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/2//2205).

Bahlil menegaskan capaian tersebut harus dilihat secara objektif bukan malah dijadikan untuk kepentingan politik saja. Ia juga menegaskan capaian lifting ini bisa diuji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan dipolitisir gitu loh. Jangan ada partai A mengatakan bahwa ini datanya lain, padahal dulu dia yang jadi menterinya nggak jalan-jalan barang itu. Nah itu kita harus objektif gitu dong. Jangan baru sudah terjadi baru mulai olah sana olah sini. Waktu dikasih kewenangan dikasih tugas tidak dikerjakan, ada apa? Ada konspirasi apa di situ?. Jangan orang Papua bilang tulis lain, baca lain, bikin lain. Nah ini ini fakta nih, bisa diuji," katanya.

Bahlil menjelaskan, capaian lifting minyak ini terjadi karena berbagai hal telah dilakukan. Pertama yakni reaktivasi sumur-sumur tua, termasuk percepatan perizinan puluhan ribu sumur minyak masyarakat di sejumlah daerah agar dapat segera berkontribusi terhadap lifting nasional.

ADVERTISEMENT

Strategi berikutnya ialah dilakukan melalui optimalisasi teknologi. Kemudian, melakukan ilmu tekan menekan. Artinya ia mendorong KKKS yang sudah melakukan POD untuk segera melakukan konstruksi untuk bisa produksi. Strategi ini dipaparkannya menanggapi perihal lifting minyak RI tak bakal meningkat kalau belum ada penemuan sumur baru.

Bahlil mencontohkan yang terjadi di Exxon, pada tahun 2024 produksi hanya mencapai 140 ribu barel per day. Namun setelah ada komunikasi pihaknya dengan Exxon, maka produksi pasa tahun 2025 alami peningkatan.

"Rata-rata mereka ada 175 ribu barel per day. Jadi, nggak menemukan sumur baru, sumur lama. Kok ada salah satu anggota DPR dan salah satu menteri yang mengatakan bahwa bagaimana mungkin lifting naik sementara sumur besar belum ada. Eh ini terlalu banyak baca buku nih," jelas Bahlil.

"Dia lupa kalau kita itu komunikasi terus dengan K3S, cakaran kau jangan kau sembunyikan, kau naikin cepat. Kalau habis kita kasih kamu yang baru lagi. Kenapa mereka membuat pelan-pelan agar mereka mempunyai bisnis yang panjang, profitnya biar sedikit, yang penting panjang. Tapi kalau kita bilang kau naikin produksi, profitnya naik, waktunya pendek supaya panjang, kita kasih nilai kerja baru lagi, gitu loh," tambahnya.

Sebelumnya, anggota Komisi XII DPR Fraksi PDIP Cornelis menanggapi pemaparan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto soal lifting minyak tahun 2025.

Cornelis mengaku bingung dengan perbedaan fakta dan data antara SKK Migas dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyebut, berdasarkan penjelasan Menteri Purbaya, lifting migas itu baru bisa naik jika ada penambahan sumur baru.

"Menkeu bilang lifting itu bisa naik kalau ada penambahan sumur baru, nah ini apakah ada penelitian sumur baru?" kata Cornelis saat rapat dikutip dari detiknews.

Dia menilai Menteri ESDM Bahlil yang bermain kata-kata. Cornelis mengaku bingung harus percaya dengan data Bahlil atau penjelasan Purbaya.

"Jadi perbedaan antara Menkeu dan Menteri ESDM ini kelihatannya Menteri ESDM hanya permainan kata-kata, permainan istilah, kalau kami lihatnya, atau dengarnya, cermatinya, analisisnya, masuk dalam otak kami yang bukan teknis ini, seolah-olah Menteri ESDM ya ada bohong-bohong sikit lah, pegangan kami yang mana yang benar ini, tolong Bapak beri penjelasan," tegas Cornelis.

(hrp/hns)

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest