Pengusaha Teriak Harga Garam RI Mahal, Kalah Jauh dari Australia-India

avatar
· Views 1,042
Pengusaha Teriak Harga Garam RI Mahal, Kalah Jauh dari Australia-India
Ilustrasi/Panen Garam Jepara/Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Daftar Isi
  • Penyebab Harga Garam Tinggi
Jakarta

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) menilai harga garam lokal masih mahal dibandingkan negara lain, seperti Australia dan India. Menurut Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman, tingginya harga garam di Indonesia disebabkan oleh proses produksi yang masih tradisional dan memakan waktu lama.

"Saingan kita kan Australia, India. Australia itu garam sangat murah sekali, karena tinggal gali, garamnya sudah ada. Tidak usah nanam air, panen, segala macam," ujar Adhi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).

Selain itu, ia juga menyoroti kualitas garam Indonesia yang masih rendah sehingga belum memenuhi spesifikasi industri pengolahan garam. Menurutnya, garam kualitas rendah ini membutuhkan proses peleburan terlebih dahulu sebelum dikristalkan kembali. Proses ini menyebabkan banyak penyusutan bobot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau yang garam bagus seperti garam Madura itu sebagian bagus ya yang KW1, itu bisa dari kristal langsung digiling, disesuaikan, terus difortifikasi dengan iodium, sudah beres. Itu kan jadi murah," imbuhnya.

Ia membandingkan harga garam di tingkat petani antara Indonesia dengan Australia. Di Indonesia, harga garam di tingkat petani berkisar Rp 2.500/kg, sedangkan di Australia di bawah Rp 1.000/kg. Ia berharap KKP bisa meningkatkan kualitas garam di petambak.

ADVERTISEMENT

"Tapi perkiraan menurut saya sih, kalau di garam sini kan di tingkat petani sekitar Rp2.500 per kg. Mungkin di Australia sekitar di bawah Rp1.000 per kg," jelasnya.

Baca juga: Swasta Garap 10.444 Ha Tambak Garam Raksasa di Rote Ndao

Penyebab Harga Garam Tinggi

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Kelautan KKP Frista Yorhanita mengatakan tingginya harga garam nasional dipengaruhi oleh kendala logistik dan distribusi yang belum optimal, khususnya di wilayah sentra tambak garam. Dalam hal ini, Frista menyebut perlunya kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan.

"Untuk yang membuat harga garam tinggi, salah satunya adalah jalur distribusi yang kurang bagus, perbaikan jalan, pelabuhan, itu kita harus menggandeng teman-teman di Kementerian PU, Kementerian Perhubungan untuk membangun pelabuhan, memperbaiki jalan," ujar Frista.

Ia menegaskan pemerintah terus berupaya membenahi sisi hulu, termasuk meningkatkan kualitas serapan garam rakyat agar sesuai standar industri. Salah satunya melalui pengembangan teknologi pengolahan garam dan membangun sarana penyimpanan garam.

"Ini kita lakukan perbaikan juga misalnya dengan memperbaiki saluran airnya, sehingga intake air ke petambak itu kualitasnya bagus, kemudian juga kita menyediakan sarana-sarana pengolahan seperti washing plant untuk mencuci garamnya, meningkatkan kualitasnya," tambah Frista.

(rea/ara)

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest