- Yen menguat ke 155,70 per dolar AS, membalikkan pelemahan sebelumnya seiring turunnya greenback.
- Dolar tertekan laporan regulator China yang meminta pengurangan eksposur terhadap US Treasury.
- Pasar juga mencermati peluang pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve tahun ini.
Ipotnews - Nilai tukar yen menguat, Senin, membalikkan tren pelemahan selama enam hari berturut-turut setelah kemenangan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pemilu. Di saat bersamaan, dolar AS tersungkur menyusul laporan bahwa regulator China meminta lembaga keuangan mengurangi eksposur terhadap US Treasury.
Yen sempat melemah dan menyentuh level terendah dalam dua pekan setelah kemenangan Takaichi, Minggu. Namun, mata uang Jepang tersebut berbalik menguat seiring berjalannya perdagangan, dengan dolar terakhir tercatat melorot sekitar 0,96% terhadap yen ke posisi 155,70, demikian laporan Reuters, di New York, Senin (9/2) atau Selasa (10/2) pagi WIB.
Head of Structuring for North America Moneycorp, Eugene Epstein, mengatakan pergerakan di Jepang menjadi salah satu faktor yang menekan dolar AS. Dia menilai perkembangan ekonomi dan kebijakan Jepang dalam setahun terakhir semakin memiliki implikasi tidak langsung terhadap pasar global dan berbagai kelas aset.
Diplomat mata uang utama Jepang, Atsushi Mimura, sebelumnya menyatakan pemerintah memantau pergerakan nilai tukar dengan tingkat kewaspadaan tinggi setelah koalisi Takaichi meraih kemenangan besar dalam pemilu.
Yen juga memangkas pelemahan terhadap mata uang lain setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah sepanjang masa versus franc Swiss dan mendekati posisi terlemah sejak euro diperkenalkan.
Analis Goldman Sachs yang dipimpin Stuart Jenkins menyebut respons lintas aset terhadap hasil pemilu Jepang sebagian besar mencerminkan ekspektasi peningkatan belanja fiskal, ditandai kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) serta penguatan awal saham domestik. Sementara itu, pasangan USD/JPY yang sebelumnya menguat seiring ekspektasi mayoritas Partai Demokrat Liberal (LDP), justru melemah setelah hasil resmi diumumkan.
Tekanan terhadap dolar juga datang dari laporan Bloomberg yang menyebutkan regulator China menyarankan lembaga keuangan untuk mengurangi kepemilikan US Treasury. Kabar tersebut mendorong yuan domestik melesat ke level tertinggi dalam 33 bulan terhadap dolar AS.
Dolar terakhir turun 0,20% terhadap yuan offshore menjadi 6,915, posisi terlemah sejak Mei 2023.
Pelaku pasar juga menilai peluang pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve pada tahun ini, sekaligus mengantisipasi potensi perubahan arah kebijakan setelah pencalonan Kevin Warsh sebagai pengganti Jerome Powell sebagai bos the Fed.
Fed funds futures menunjukkan probabilitas sekitar 17,8% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan berikutnya, yakni 18 Maret, berdasarkan FedWatch Tool CME Group.
Indeks Dolar AS (Indeks DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, turun 0,82% menjadi 96,81, pada awal pekan yang akan diwarnai sejumlah rilis data penting dari Washington, termasuk penjualan ritel, inflasi, serta laporan ketenagakerjaan yang sebelumnya tertunda dan dijadwalkan rilis Rabu.
Epstein menambahkan pelemahan dolar juga dipengaruhi penyesuaian pasar terhadap ekspektasi kebijakan moneter pasca pencalonan Warsh, yang sebelumnya dipandang lebih hawkish dibandingkan arah kebijakan yang telah diantisipasi pasar.
Di pasar mata uang lainnya, euro menguat 0,90% terhadap dolar ke level USD1,19205, tertinggi sejak 30 Januari. Poundsterling juga naik sekitar 0,63% menjadi USD1,36975 setelah sebelumnya bergerak relatif datar terhadap dolar AS. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now