Lembaga pemeringkat Moody's Investors Service (Moody's) memangkas outlook kredit Indonesia, outlook yang tadinya stabil ditetapkan menjadi negatif. Di sisi lain, Moody's masih mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2.
Istana merespons hasil rating Moody's. Salah satunya soal pengelolaan anggaran belanja agar bisa menjaga defisit di bawah tingkat 3%.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sejauh ini pemerintah pun tidak melanggar batasan defisit di 3%. Tahun 2025 saja, defisit masih berada di tingkat 2,92%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Moody's Pangkas Outlook RI, Peringatan Keras Investor Asing buat Pemerintah |
"Kan selama ini tidak ada yang dilanggar. Batasan defisit juga masih terjaga," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Yang terpenting, kata Prasetyo, pemerintah akan berkonsentrasi supaya fundamental ekonomi Indonesia kuat. Caranya ada banyak, mulai dari menggenjot sektor riil hingga memacu belanja pemerintah.
"Saat ini sektor riil kita genjot. Belanja pemerintah kita di awal tahun semaksimal mungkin kita dorong. Jadi kita optimis dengan pengelolaan kita," ujar Prasetyo.
Soal banyaknya kekhawatiran dari lembaga rating pada pengelolaan pemerintahan Indonesia, Prasetyo bilang saat ini komunikasi akan terus dilakukan untuk memberikan pemahaman soal kebijakan pemerintah.
"Iya komunikasi terus dilaksanakan ya, itu di luar yang tadi sudah saya sampaikan," kata Prasetyo.
(acd/acd)Reprinted from detik_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now