Purbaya Sebut Moody's Khawatirkan MBG, Rating Kredit RI Jadi Negatif

avatar
· Views 1,269
Purbaya Sebut Moody's Khawatirkan MBG, Rating Kredit RI Jadi Negatif
Menkeu Purbaya/Foto: Anisa Indraini
Jakarta

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kekhawatiran Moody's Investors Service (Moody's) hingga menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meskipun, peringkat utang tetap pada level Baa2 (satu tingkat di atas batas investment grade).

Purbaya mengatakan penurunan outlook terjadi lantaran lembaga pemeringkat internasional tersebut khawatir terhadap jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke tekanan pada fiskal. Oleh karena itu ia memastikan program MBG akan berjalan tepat sasaran, efektif dan efisien.

"Itu yang akan saya lihat nanti, jangan sampai ada pemborosan yang tidak terkontrol di sana. Itu mungkin Moody's juga khawatir di situ," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya menyebut saat ini sudah bisa melihat realisasi anggaran kementerian dan lembaga (K/L), termasuk Badan Gizi Nasional (BGN). Belanja pemerintah dipastikan akan didorong tepat sasaran, tepat waktu dan sedikit dari kebocoran.

"Saya akan lihat satu-satu. Nanti saya lihat yang MBG seperti apa kita koreksinya, yang lain seperti apa dan yang penting belanja pemerintah akan kita dorong tepat sasaran, tepat waktu dan sedikit dari kebocoran. Sedikit mengalami kebocoran, termasuk pemerintahan daerah," tegas Purbaya.

ADVERTISEMENT
Baca juga: Moody's Turunkan Peringkat Kredit RI, Purbaya: Ekonomi Kita Sudah Lebih Cepat

Sebagaimana diketahui, sebelum merilis peringkat kredit Indonesia, Moody's sempat melakukan rangkaian kunjungan pada 27-29 Januari 2026 di Jakarta, termasuk Kementerian Keuangan. Kedatangannya ke beberapa K/L dan otoritas untuk melakukan diskusi.

Selain terkait MBG, Purbaya menuturkan bahwa Moody's menyoroti defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikhawatirkan melebar. Sebagai informasi, defisit APBN 2025 berada pada level 2,92% Produk Domestik Bruto (PDB) atau naik dari rencana awal 2,53% PDB.

"Mereka takut defisit melebar, tetapi mereka tahu juga saya bisa kendalikan dengan baik. Mungkin mereka keluarkan itu sebelum angka pertumbuhan (ekonomi) keluar. Kalau angka pertumbuhan kemarin sudah keluar, baru mereka merilis, saya pikir angkanya akan berbeda sedikit," imbuh Purbaya.

(aid/fdl)

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest