Kesepakatan Dagang AS-India Diprediksi Dukung Penguatan Rupiah

avatar
· Views 1,196
  • Rupiah menguat tipis ke Rp16.763/US$ (+0,21%) didorong sentimen positif dari kesepakatan dagang AS-India, termasuk pemangkasan tarif AS ke 18% dan pembukaan pasar India untuk produk AS.
  • Potensi penguatan terbatas, karena indeks dolar masih menguat seiring data manufaktur AS (ISM) melonjak ke 52,6 -- tertinggi sejak 2022 dan jauh di atas ekspektasi.
  • Range rupiah hari ini diperkirakan Rp16.700-Rp16.850/US$, dengan investor tetap mencermati pergerakan ekuitas domestik dan kekuatan ekonomi AS.

Ipotnews - Kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dengan India diperkirakan menjadi sentimen positif yang mendukung kenaikan tipis kurs rupiah terhadap dolar dalam perdagangan hari ini.
Mengutip data Bloomberg pada Selasa (3/2) hingga pukul 09.10 WIB, rupiah sedang diperdagangkan di level Rp16.763 per dolar AS, menguat 35 poin atau 0,21% dibandingkan posisi akhir perdagangan Senin sore (2/2) di Rp16.798 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan kurs rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh berita kesepakatan tarif antara AS dengan India.
"Namun penguatan mungkin terbatas mengingat dolar indeks masih naik menyusul data manufaktur AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan," kata Lukman kepada Ipotnews melalui pesan WhatsApp pagi ini.
Investor juga terus memantau sentimen di pasar ekuitas domestik. "Range kurs rupiah hari ini kemungkinan antara Rp16.700 - Rp16.850 per dolar AS," ungkap Lukman.
Sebagaimana diketahui, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS dan India telah mencapai kesepakatan dagang dan akan segera menurunkan tarif atas produk masing-masing negara. Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di Truth Social pada Senin kemarin, usai melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Amerika Serikat sepakat menurunkan tarif timbal balik terhadap India dari 25% menjadi 18%, yang berlaku segera. Sementara itu, India juga akan memangkas tarif dan hambatan non-tarif terhadap produk AS hingga nol persen.
Dikutip dari CNBC hari ini, Trump mengatakan Modi juga sepakat untuk meningkatkan pembelian produk asal AS dalam jumlah yang jauh lebih besar. Selain itu, India berkomitmen menghentikan pembelian minyak dari Rusia dan akan beralih membeli minyak dari AS, serta berpotensi dari Venezuela.
Namun di sisi lain, aktivitas manufaktur AS secara tak terduga meningkat pada Januari 2026 dengan laju tercepat sejak 2022, didorong oleh pertumbuhan yang solid dalam pesanan baru dan produksi.
Indeks manufaktur Institute for Supply Management (ISM) naik menjadi 52,6 dari 47,9, menurut data yang dirilis pada Senin. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, dan angka terbaru melampaui semua proyeksi dalam survei Bloomberg terhadap ekonom.(Adhitya/AI)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest