MSCI Apresiasi Respons Kilat OJK dan SRO

avatar
· Views 1,146

JAKARTA, investor.id -Pertemuan strategis antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization (SRO), Danantara Indonesia, dan indeks provider global MSCI membuahkan sinyal positif. MSCI mengapresiasi kecepatan regulator Indonesia dalam merespons isu transparansi dan likuiditas yang menjadi perhatian pasar modal global.
Pejabat Sementara (Pjs) Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut berlangsung sangat konstruktif. MSCI melihat komitmen nyata Indonesia dalam melakukan reformasi struktural guna menjaga integritas pasar.
" MSCI melihat komitmen regulator sangat jelas, terutama terkait percepatan transparansi dan perbaikan likuiditas pasar," ujar Kiki di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menambahkan bahwa langkah-langkah yang disampaikan Indonesia sudah sesuai dengan concern utama MSCI , terutama terkait transparansi kepemilikan dan peningkatan free float .
Hasan merinci tiga komitmen utama yang diajukan Indonesia untuk memenuhi standar internasional:
  1. Transparansi kepemilikan di bawah 5%: Indonesia akan mulai menampilkan struktur kepemilikan saham di atas 1% (saat ini hanya di atas 5%).
  2. Detail klasifikasi investor: KSEI akan memperluas klasifikasi investor dari 9 kategori menjadi 27 subkategori guna memperjelas beneficial ownership .
  3. Peningkatan Free Float : Kenaikan batas minimum saham publik dari 7,5% ke 15% secara bertahap.

OJK dan SRO berkomitmen memberikan pembaruan berkala terkait implementasi reformasi ini. MSCI bahkan telah membuka ruang untuk memberikan bimbingan teknis ( technical guidance ) mengenai metodologi penilaian mereka terhadap bursa Indonesia.
Meskipun IHSG terkoreksi 4,88% ke level 7.922,73 pada perdagangan Senin, OJK melaporkan adanya tren rebalancing yang sehat. Investor asing justru membukukan beli bersih ( net buy ) sebesar Rp 654,9 miliar setelah empat hari berturut-turut melakukan aksi jual.
CIO Danantara, Pandu Sjahrir, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menekankan bahwa pasar saat ini sedang mengalami koreksi alami pada saham-saham yang bervalunasi terlalu tinggi ( overvalued ). Sebaliknya, saham-saham dengan fundamental kuat, likuiditas memadai, valuasi menarik, dan arus kas solid mulai diburu kembali oleh institusi dan pihak asing.
"Hari Rabu diumumkan, akhir pekan sudah disiapkan, dan Senin regulator langsung bergerak. Ini termasuk yang paling cepat di antara negara-negara yang dicakup MSCI . Reformasi yang dilakukan OJK dan SRO berjalan cepat dan serius. Ini penting untuk memperkuat pasar modal Indonesia dalam jangka panjang," tegas Pandu.
Pandu juga menitipkan pesan untuk investor, "Jangan panik. Ambil keputusan investasi secara rasional, lihat fundamental dan prospek jangka panjang," pungkasnya.

Sumber : investor.id

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest