- Emas & perak anjlok: emas spot -4,8%, perak -9,2% dipicu kenaikan margin CME dan sentimen hawkish.
- Koreksi dalam, emas turun USD900 dari rekor, perak jatuh 37% dari puncak.
- Belum tren bearish permanen, volatilitas tinggi seiring keluarnya spekulan dan penguatan dolar AS.
Ipotnews - Harga emas dan perak melanjutkan kejatuhan tajam pada perdagangan Senin, tertekan kenaikan persyaratan margin di CME Group serta sentimen negatif lanjutan setelah pencalonan Kevin Warsh sebagai Chairman Federal Reserve berikutnya.
Emas spot merosot 4,8% menjadi USD4.630,59 per ons pada pukul 01.32 WIB, setelah anjlok hampir 10% di awal sesi, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Senin (2/2) atau Selasa (3/2) dini hari WIB.
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April ditutup melorot 1,9% ke posisi USD4.652,60 per ons.
Logam mulia tersebut anjlok 9,8% pada Jumat lalu dan kini kehilangan sekitar USD900 dari rekor tertingginya pada 29 Januari di USD5.594,82 per ons, sehingga menghapus sebagian besar kenaikan sepanjang tahun ini.
"Emas dan perak saat ini seperti naik roller coaster. Ketika sudah mencapai puncak, gaya gravitasi mengambil alih dan harga mulai meluncur turun," ujar analis SP Angel, John Meyer.
Harga perak spot juga jatuh tajam 9,2% ke USD76,81 per ons, setelah sempat merosot hingga 15% di awal sesi. Secara keseluruhan, harga perak ambles sekitar 37% sejak mencetak rekor tertinggi di USD121,64 per ons pada pekan lalu.
Meski demikian, analis mengingatkan agar pergerakan ini tidak langsung ditafsirkan sebagai awal tren penurunan jangka panjang.
"Kondisinya belum menunjukkan tanda-tanda yang mendukung pembalikan harga emas secara berkelanjutan," kata analis Deutsche Bank, Michael Hsueh, dalam catatannya. Dia menambahkan, minat investor terhadap potensi kenaikan harga masih kuat, sehingga pasar cenderung tetap volatil ketimbang mengalami kejatuhan sentimen secara menyeluruh.
CME Group pada Jumat lalu mengumumkan akan menaikkan persyaratan margin untuk kontrak berjangka logam mulia, dengan kebijakan tersebut mulai berlaku setelah penutupan pasar Senin.
Analis juga menilai penurunan harga yang tajam memaksa banyak pelaku spekulatif keluar dari pasar, terutama mereka yang masuk saat reli harga sebelumnya. Kondisi ini dinilai membantu mendinginkan pasar dan mengurangi spekulasi berlebihan.
"Kami melihat adanya arus dana keluar dari ETF dan menduga sejumlah hedge fund yang cukup berani mengambil alih posisi tersebut," ujar Meyer.
Di sisi lain, Indeks Dolar AS (Indeks DXY) melanjutkan penguatan hingga mencapai level tertinggi dalam lebih dari sepekan, membuat emas yang diperdagangkan dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Jumat, Presiden AS Donald Trump secara resmi mencalonkan mantan pejabat the Fed, Kevin Warsh, untuk menggantikan Chairman Jerome Powell pada Mei. Pasar menilai pencalonan ini berpotensi mengarah pada kebijakan penurunan suku bunga, namun disertai pengetatan kebijakan neraca bank sentral.
Selain emas dan perak, harga platinum spot tercatat merosot 3,3% menjadi USD2.091,38 per ons, sementara paladium melemah 1,4% ke USD1.673,70 per ons. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now