Kedelai Berjangka Melorot, Apresiasi Dolar dan Pasokan Global Menekan Pasar

avatar
· Views 1,086
  • Kedelai, gandum, dan jagung CBOT melemah akibat pasokan global melimpah dan penguatan dolar AS.
  • Dolar kuat menekan daya saing ekspor pertanian AS di pasar internasional.
  • Panen Brasil yang diperkirakan rekor dan aksi jual fund menambah tekanan harga.

Ipotnews - Harga kedelai berjangka Chicago melorot, Senin, tertekan oleh melimpahnya pasokan global serta penguatan dolar AS yang membuat ekspor Amerika Serikat kurang kompetitif di pasar internasional. Tekanan serupa juga dialami kontrak gandum dan jagung.
Kontrak kedelai paling aktif di Chicago Board of Trade ( CBOT ) turun 0,5% menjadi USD1.059 per bushel pada pukul 08.36 WIB, sementara kontrak gandum CBOT melemah 0,9% ke posisi USD533,25 per bushel, dan jagung berkurang 0,6% jadi USD425,75 per bushel, demikian laporan  Reuters,  di Beijing, Senin (2/2).
Penguatan dolar AS kembali menjadi faktor penekan utama. Dolar bertahan di zona positif seiring pelaku pasar menimbang arah kebijakan moneter Federal Reserve di bawah calon ketua barunya, Kevin Warsh, yang dikenal memiliki pandangan hawkish terhadap suku bunga dan preferensi terhadap neraca bank sentral yang lebih kecil.
Investor menilai Warsh cenderung lebih agresif dalam menjaga kebijakan moneter dibanding kandidat lainnya. Sebelumnya, kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan Presiden AS Donald Trump, termasuk kritiknya terhadap the Fed, sempat menekan dolar. Namun sentimen tersebut mulai mereda, sehingga dolar kembali menguat dan menekan daya saing komoditas pertanian Amerika di pasar global.
Dari Amerika Selatan, Brasil saat ini memasuki tahap awal panen kedelai yang diperkirakan mencetak rekor produksi. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa China akan lebih banyak mengalihkan impor kedelainya ke Brasil dalam beberapa bulan ke depan, setelah sebelumnya sempat melakukan pembelian kedelai AS dalam jumlah besar.
Sementara itu, hujan yang turun di sejumlah wilayah pertanian utama di Argentina bagian barat membantu memperbaiki kelembapan tanah. Namun, Buenos Aires Grain Exchange pada Kamis memperingatkan bahwa tanaman kedelai masih membutuhkan tambahan curah hujan dalam beberapa pekan mendatang untuk menghindari penurunan hasil panen.
Tekanan pasar juga diperkuat oleh aktivitas pelaku keuangan. Trader menyebutkan commodity funds tercatat sebagai net sellers untuk kontrak berjangka jagung, gandum, dan kedelai di CBOT pada perdagangan Jumat. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest