IHSG Merah Lagi di Awal Perdagangan, Pemerintah Siapkan Katalis Investasi

avatar
· Views 1,004
  • IHSG kembali tertekan, hampir semua sektor melemah akibat penyesuaian MSCI , terutama saham konglomerasi.
  • Sektor keuangan sempat menopang, sementara katalis domestik muncul dari kebijakan pemerintah menaikkan porsi investasi dana pensiun dan BPJS di pasar saham.
  • Analis IPOT merekomendasikan saham
    WIIM
    ,
    JPFA
    , dan
    ULTJ
    sebagai peluang teknikal di tengah volatilitas.

Ipotnews - Setelah sempat pulih dari tekanan besar dua hari dengan menguat 1,18% pada Jumat (30/1) di level 8.329, IHSG pada Senin (2/2) pagi dibuka turun sebesar 23 poin ke level 8.306. Lima menit berselang, pada pukul 09.05 WIB, Indeks semakin tertekan dengan melemah sebesar 2,45 persen atau 203 poin ke level 8.125. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 8.313 dan terendah di level 8.121 yang tetap di zona merah.
Sebanyak 183 emiten yang bergerak menguat, 424 emiten melemah dan 351 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 315,5 ribu kali dengan nilai Rp2,81 triliun serta market kapital perdagangan mencapai Rp14,52 triliun.
Seluruh sektor melemah kecuali sektor keuangan yang sempat menguat 0,87 persen ke level 1.496 dan infrastruktur 0,07 persen menjadi 2.431.
Kemudian untuk sektor yang melemah yaitu properti -1,48 persen menjadi 1.111, konsumer non primer -0,57 persen menjadi 802, konsumer primer -2,56 persen menjadi 1.211, sektor bahan baku -6,05 persen ke level 2.098.
Lalu sektor industri -3,12 persen menjadi 1.871, sektor transportasi -0,79 persen menjadi 2.000, sektor energi -3,68 persen menjadi 3.967, teknologi -2,42 persen menjadi 8.696, kesehatan -0,77 persen menjadi 1.959
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ), David Kurniawan menilai pelemahan IHSG di awal pekan ini terutama dipicu oleh tekanan pada saham-saham konglomerasi yang terdampak aturan free float MSCI . Namun, saham-saham perbankan besar justru bergerak hijau dan menjadi penopang utama indeks.
Dari sisi domestik justru ia menyoroti adanya katalis yang penting bagi pasar yang berkaitan dengan langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang menaikkan batas investasi dana pensiun di pasar saham dari 8 persen menjadi 20 persen, serta rencana BPJS Ketenagakerjaan untuk menambah alokasi investasi saham hingga 10 persen.
"Artinya ini action riil dari pemerintah cukup bagus untuk investasi di pasar saham. Kalau masuk ke pasar modal dengan jumlah yang signifikan itu akan sangat menarik," ujar David.
David menambahkan, investor perlu tetap berhati-hati mengatur posisi karena volatilitas pasar tidak bisa dihindari. Ia memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik secara teknikal maupun fundamental:
WIIM
(PT Wismilak Inti Makmur Tbk)
Entry: 1.825
Target: 1.975
Stop loss: 1.745
Rekomendasi: Buy
"
WIIM
cenderung mengalami tren kenaikan, ada potensi breakout dengan fundamental yang baik," kata David.
JPFA
(PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk)
Entry: 2.770
Target: 3.090
Stop loss: 2.630
Rekomendasi: Buy
"
JPFA
mirip
WIIM
, efek MSCI tidak signifikan dan uptrend masih terjaga. Saham ini diuntungkan dengan program MBG," ujarnya.
ULTJ
(PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk)
Entry: 1.505
Target: 1.600
Stop loss: 1.455
Rekomendasi: Buy
"
ULTJ
trennya cukup kuat dan akan jadi sektor menarik di MBG. Tahun 2026 demand produk perseroan diperkirakan naik signifikan," ungkap David.(Marjudin/AI)

Sumber : admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest