Danantara Lanjutkan Investasi Saham RI Usai Gejolak Pasar

avatar
· Views 821
  • Danantara minta manajer aset tetap borong saham domestik pekan ini
  • Fokus pada emiten berfundamental kuat dan likuiditas tinggi
  • Pemerintah dorong reformasi pasar usai kejatuhan IHSG

Ipotnews - Sovereign wealth fund Indonesia, Danantara, memastikan tetap melanjutkan investasi di pasar saham domestik setelah gejolak tajam yang mengguncang Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan lalu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar modal nasional.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan para manajer aset yang mengelola dana Danantara untuk terus membeli saham-saham lokal pada pekan ini. Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan pelaku pasar, termasuk perusahaan sekuritas dan manajer investasi, pada Minggu (1/2).
Menurut Pandu, pembelian difokuskan pada perusahaan dengan fundamental yang solid serta likuiditas saham yang memadai, seiring upaya menjaga stabilitas pasar dan meredam tekanan jual yang sempat terjadi.
Keterlibatan langsung Danantara menandai eskalasi signifikan peran pemerintah setelah pasar saham Indonesia mengalami penurunan dua hari terbesar dalam hampir tiga dekade. Aksi jual besar-besaran tersebut dipicu oleh sorotan MSCI terhadap isu transparansi di pasar saham terbesar di Asia Tenggara itu, yang kemudian mendorong janji reformasi dari pemerintah.
Salah satu perhatian utama MSCI adalah rendahnya tingkat free float saham di Indonesia, yang dinilai meningkatkan risiko manipulasi serta mendistorsi kinerja indeks. Banyak emiten berkapitalisasi besar di Tanah Air masih dikendalikan oleh segelintir pemilik dengan porsi saham publik yang terbatas, sehingga volume perdagangannya relatif tipis.
Sebagai respons, pemerintah telah mengumumkan sejumlah langkah reformasi, termasuk kenaikan batas minimum free float menjadi 15%, dua kali lipat dari ketentuan sebelumnya. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada Februari.
Dalam forum yang sama, Pelaksana Tugas Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa ketentuan free float baru tersebut akan diberlakukan terlebih dahulu untuk perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO). Sementara itu, emiten yang sudah tercatat di bursa akan diberikan masa transisi untuk menyesuaikan struktur kepemilikan sahamnya.(Bloomberg)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest