- Rata-rata nilai transaksi harian ( RNTH ) di Bursa Efek Indonesia melonjak 29,3% menjadi Rp43,76 triliun, mencerminkan panic selling akibat sentimen negatif MSCI .
- Indeks Harga Saham Gabungan ambles 6,94% ke level 8.329, disertai trading halt, sehingga kapitalisasi pasar turun 7,37% menjadi Rp15.046 triliun.
- Volume transaksi harian turun 3,7%, frekuensi naik 1,6%, sementara investor asing mencatat net sell Rp1,53 triliun pada 30 Januari dan Rp9,88 triliun sepanjang 2026 berjalan.
Ipotnews - Selama sepekan terakhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), rata-rata nilai transaksi harian ( RNTH ) melonjak 29,3 persen di saat Indeks Harga Saham Gabungan terjerembab ke zona merah. Kondisi ini sekaligus mencerminkan terjadinya panic selling akibat sentimen negatif terkait isu MSCI .
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI pada periode 26-30 Januari 2026, RNTH tercatat mencapai Rp43,76 triliun atau melambung 29,3 persen dibandingkan dengan sepekan sebelumnya yang sebesar Rp33,85 triliun per hari.
Lonjakan nilai transaksi yang didominasi aksi jual tersebut memicu IHSG ambles ke level 8.329 pada penutupan perdagangan Jumat (30/1). Kejatuhan indeks secara signifikan ini setara dengan penurunan 6,94 persen dibandingkan akhir pekan sebelumnya di level 8.951.
Dengan posisi IHSG yang berakhir di level 8.329 dan sempat mengalami trading halt dalam dua hari berturut-turut, maka nilai kapitalisasi pasar (market cap) di BEI tersisa Rp15.046 triliun atau nyungsep 7,37 persen dibanding akhir pekan sebelumnya Rp16.244 triliun.
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian selama sepekan terakhir tercatat sebanyak 63,3 miliar saham atau mengalami penurunan 3,7 persen dibandingkan dengan sepekan sebelumnya yang sebanyak 65,73 miliar saham per hari.
Adapun rata-rata frekuensi transaksi harian di Bursa selama periode 26-30 Januari 2026 mencapai 3,82 juta kali transaksi atau meningkat 1,6 persen dibandingkan dengan sepekan sebelumnya yang sebanyak 3,76 juta kali transaksi per hari.
Pada perdagangan Jumat (30/1), investor asing mencatatkan nilai jual bersih ( all market ) sebesar Rp1,53 triliun. Dengan demikian, untuk sepanjang tahun berjalan di 2026 sudah terjadi net foreign sell di BEI mencapai Rp9,88 triliun. (Budi/AI)
Sumber : Admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now