Makin Jauh dari AS, Inggris Pilih Jalin Kerja Sama Dagang dengan China

avatar
· Views 2,293
Makin Jauh dari AS, Inggris Pilih Jalin Kerja Sama Dagang dengan China
Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein Purchase Licensing Rights
Jakarta

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden China Xi Jinping sepakat menjalin kemitraan strategis untuk memperdalam ikatan kedua negara seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan ketegangan geopolitik global.

Melansir BBC, Jumat (30/1/2026), kesepakatan itu terjalin setelah Keir Starmer bertemu dengan Xi Jinping di Beijing, yang menjadikannya pemimpin Inggris pertama yang berkunjung ke China dalam delapan tahun terakhir.

Dalam kesempatan itu, China mengizinkan warga negara Inggris melakukan perjalanan ke negara itu hingga 30 hari tanpa visa. Menurut Keir hal ini merupakan salah satu poin penting karena mempermudah bisnis dan para pengusaha untuk berekspansi di China, sementara masyarakat juga dapat berlibur ke sana tanpa visa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

""Sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia, berbagai bisnis telah lama mendambakan cara untuk memperluas jejak mereka di China," kata Keir.

"Kami akan mempermudah mereka untuk melakukan hal tersebut, termasuk melalui pelonggaran aturan visa untuk perjalanan jangka pendek, mendukung mereka untuk berekspansi ke luar negeri, sekaligus meningkatkan pertumbuhan dan lapangan kerja di dalam negeri," terangnya lagi.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Kantor Perdana Menteri di Downing Street juga mengatakan Inggris dan China telah sepakat untuk menjajaki kemungkinan negosiasi mengenai perjanjian jasa, yang akan menetapkan aturan yang jelas dan mengikat secara hukum bagi perusahaan-perusahaan Inggris yang berbisnis di China.

Kemungkinan negosiasi ini menjadi sangat penting bagi Inggris mengingat mereka merupakan pengekspor jasa terbesar kedua di dunia termasuk di bidang keuangan, perawatan kesehatan, dan jasa hukum. Sementara permintaan dari China di bidang tersebut terus meningkat.

"Salah satu alasan dilakukannya dialog adalah untuk memastikan bahwa kita dapat memanfaatkan peluang yang ada, yang telah kita lakukan, tetapi juga melakukan diskusi yang matang tentang isu-isu yang kita tidak sepakati," tambah Keir.

Namun, kunjungan Keir Starmer ke China ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada setelah Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% kepada Negara Daun Maple itu karena menandatangani kemitraan strategis dengan China.

Akibatnya kunjungan tersebut sempat menuai kritik dari partai-partai oposisi, dengan pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch mengatakan bahwa dia tidak akan pergi ke China saat ini jika dia menjadi Perdana Menteri.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump juga sempat mengatakan pada Kamis (29/1) kemarin bahwa 'sangat berbahaya' bagi Inggris untuk berurusan dengan China, menjadi tanda bahwa ia memperhatikan kesepakatan yang baru terjalin antara kedua negara itu.

(igo/fdl)

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest