- Rupiah melemah ke Rp16.785 per dolar AS pada Jumat (30/1), dipicu sentimen global setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan akan segera mengumumkan Ketua Federal Reserve baru, yang mendorong penguatan dolar AS.
- Pasar mencermati potensi penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, sosok yang dikenal pro penurunan suku bunga. Wacana ini memicu kekhawatiran terhadap independensi bank sentral AS serta meningkatkan ketidakpastian pasar global, ditambah tensi geopolitik AS-Iran.
- Bank Indonesia memperkuat pengelolaan cadangan devisa dan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah volatilitas global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor keuangan, UMKM , dan transformasi ekonomi nasional.
Ipotnews - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada akhir Januari 2026, seiring meningkatnya ketidakpastian pasar global setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan akan segera mengumumkan Ketua Federal Reserve yang baru.
Mengutip data Bloomberg pada Jumat (30/1) pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup di level Rp16.785 per dolar AS, melemah 30 poin atau 0,18% dibandingkan posisi Kamis sore (29/1) di Rp16.755 per dolar AS.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah tidak terlepas dari menguatnya indeks dolar AS yang dipicu oleh sentimen kebijakan moneter Amerika Serikat serta meningkatnya ketegangan geopolitik global.
"Trump mengatakan kepada wartawan pada Kamis malam bahwa ia akan mengumumkan nominasinya untuk Ketua Federal Reserve berikutnya pada Jumat pagi. Beberapa laporan mengatakan bahwa Trump akan menominasikan mantan gubernur Fed, Kevin Warsh, untuk peran tersebut, dengan komentar Trump kepada wartawan juga menunjukkan bahwa Warsh berada di posisi terdepan," tulis Ibrahim dalam publikasi risetnya sore ini.
"Banyak orang berpikir bahwa ini adalah seseorang yang bisa berada di sana beberapa tahun yang lalu," kata Trump kepada wartawan pada Kamis malam.
Warsh sebelumnya kalah dari Jerome Powell dalam pemilihan Ketua The Fed pada 2017 dan dikenal sejalan dengan pandangan Trump yang menginginkan pemangkasan suku bunga lebih agresif. Wacana tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral AS, sekaligus memperkuat dolar sebagai aset lindung nilai.
Selain itu, sentimen negatif juga datang dari meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Trump kembali mendesak Iran untuk melakukan perundingan terkait program nuklirnya, sembari mengancam akan melakukan serangan militer jika tidak tercapai kesepakatan.
Situasi semakin memanas setelah pemerintah AS dikabarkan akan menggelar pertemuan dengan pejabat pertahanan dan intelijen Israel serta Arab Saudi di Washington guna membahas langkah lanjutan terhadap Iran. Meski demikian, Trump disebut masih mempertimbangkan berbagai opsi dan belum mengambil keputusan final.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia terus memperkuat pengelolaan cadangan devisa guna menjaga stabilitas nilai tukar di tengah meningkatnya volatilitas global.
Pengelolaan cadangan devisa dilakukan dengan memerhatikan dinamika suku bunga global, pergerakan nilai tukar dolar AS, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Ibrahim menjelaskan cadangan devisa kini tidak hanya berfungsi sebagai bantalan krisis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional agar lebih adaptif terhadap dinamika global.
Untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia memperkuat bauran kebijakan melalui lima sinergi utama, yakni stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, percepatan hilirisasi industri, penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan pembiayaan perekonomian dan pasar keuangan, serta akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional.
"Selain itu, BI juga terus mengimplementasikan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, termasuk pengembangan UMKM serta ekonomi syariah, guna menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ungkap Ibrahim.(Adhitya/AI)
Sumber : admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now