Presiden Prabowo Subianto meminta sejumlah komoditas seperti kelapa sawit, singkong dan tebu di tanam di wilayah Papua. Hal ini digunakan sebagai bahan bakar nabati pengganti bahan bakar minyak (BBM) bisa ditanam di bumi Papua.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan targetnya bahan baku bioetanol bisa mencapai 300 ribu kiloliter (KL) per tahun.
Salah satu sumbernya dari perkebunan sawit yang rencananya mau dibangun di Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang Papua itu, informasi yang disampaikan ke kami, targetnya adalah membuat 300 ribu kiloliter per tahun," ujar Eniya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Saat ini bahan baku produksi bioetanol dari Papua belum berjalan, karena masih dalam tahap proses pembibitan.
"Tetapi kan bahan bakunya sekarang baru bibit, baru pembibitan yang diperbanyak, diperluas seperti itu, masih jauh sih. Kalau itu masih jauh," terang Eniya.
Selain di Papua, Eniya mengatakan pasokan bahan baku bioetanol dari wilayah lain di luar Jawa terus dimaksimalkan sehingga bisa sekaligus produksinya di lokasi yang sama.
"Sumber di luar Jawa harus diperkuat, pabrik biotanol juga nanti harus banyak di luar Jawa. Karena kita menginginkan, nanti kan distribusi logistik segala macam itu sangat memakan biaya logistik tinggi. Nah pentahapannya itu ada di daerah yang ada sumbernya juga. Yang dimandatorikan itu di daerah yang ada sumbernya," kata Eniya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta agar komoditas pertanian yang dapat digunakan sebagai bahan bakar nabati pengganti bahan bakar minyak (BBM) bisa ditanam di bumi Papua. Kelapa sawit salah satunya.
Selain itu ada juga tebu dan singkong yang bisa digunakan untuk membuat etanol sebagai bahan bakar pengganti BBM.
"Kita berharap di daerah Papua harus tanam kelapa sawit supaya bisa hasilkan BBM dari kelapa sawit. Dan juga tebu hasilkan etanol, singkong cassava bikin etanol," ungkap Prabowo dalam pengarahan kepada kepala daerah Papua, di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025).
(hrp/hns)Reprinted from republika_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now