Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Rabu (28/1/2026). melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta. Dalam aksi ini, masa buruh membawa tiga tuntutan.
Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, Rabu (28/1/2026), sejumlah buruh membawa banner bertuliskan 'Revisi Surat MENKUM NOMOR : AHU-38.AH.01.41 TAHUN 2024 yang nyatanya bertentangan dengan putusan Mahkamah Agung nomor : 310K/TUN/2022'
Kemudian buruh lainnya juga membawa banner bertuliskan 'Tetapkan UMSK Sesuai Rekomendasi dari Kab/Kota di Provinsi Jawa Barat'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan tuntutan pertama adalah meminta Gubernur DKI Jakarta merevisi kembali UMP DKI Jakarta 2026 yang murah, dan UMSP (Upah Minimum Sektoral Provinsi) DKI Jakarta yang tidak sesuai dengan PP Nomor 49 Tahun 2025.
Kedua, meminta Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi atau KDM, mengembalikan UMSK di 19 kabupaten/kota sesuai rekomendasi dari Bupati dan Walikota se-Jawa Barat tersebut.
Ketiga, meminta pemerintah pusat turun tangan menyelamatkan 2.500 buruh PT Pabrik Kertas Indonesia (PT Pakerin) di Mojokerto, Jawa Timur yang terancam Pemutusan Hubungan Kerja imbas adanya perselisihan antar pemilik perusahaan. Selain itu, hal ini juga terjadi karena pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Hukum (Kemenkum) yang keliru dalam memberikan tafsir terhadap keputusan Mahkamah Agung, sehingga perusahaan yang tidak bisa beroperasi.
"Akibatnya tidak bisa operasional, tidak bisa bayar gaji karyawan sudah 3 bulan, dan ancaman PHK akan terjadi di 2.500 karyawan tersebut," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW FSPMI Jawa Timur, Nurotin Hidayat mengatakan bahwa pihaknya sudah seminggu berada di Jakarta untuk memperjuangkan agar tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja di PT Pakerin.
"Kami sudah hampir seminggu, 300 orang dari 2.500 orang buruh Pabrik Kertas Indonesia, Mojokerto, Jawa Timur, jauh-jauh datang dari Jawa Timur ke Jakarta untuk memperjuangkan eksistensi PT Pakerin," katanya.
(hrp/hns)Reprinted from detik_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now