JAKARTA, investor.id -Indeks harga saham gabungan ( IHSG ) ambles 659 poin (7,34%) ke level 8.321,2 pada sesi I perdagangan Rabu (28/1/2026).
Amblesnya indeks harga saham gabungan ( IHSG ) pada hari ini, terkena sentimen dari hasil pengumuman Morgan Stanley Capital International ( MSCI ) mengenai penilaian free float saham emiten Indonesia yang dipublikasikan pada Selasa (27/1/2026).
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan, untuk menindaklanjuti pengumuman MSCI pada hari ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya yaitu PT Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia ( KPEI ) dan dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan MSCI .
"Kami memandang masukan yang disampaikan MSCI adalah bagian penting dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia," ujar Kautsar dalam keterangan resmi, Rabu (28/1/2026).
Pihaknya memahami bahwa pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor.
"Sejalan dengan hal tersebut, kami berkomitmen untuk mengupayakan yang terbaik dalam rangka meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI ," katanya.
Dia menjelaskan, bahwa komitmen tersebut akan diwujudkan melalui penguatan transparansi data pasar, termasuk penyediaan informasi yang lebih akurat dan andal, sesuai dengan praktik terbaik secara global dan ekspektasi pemangku kepentingan global.
Sebagai bagian dari langkah konkret yang telah dilakukan, BEI telah menyampaikan pengumuman data free float secara komprehensif melalui website resmi BEI sejak 2 Januari 2026, serta akan disampaikan secara rutin setiap bulannya.
Selanjutnya, Kautsar mengatakan, BEI bersama SRO dan OJK akan terus berkoordinasi dengan MSCI guna memastikan keselarasan pemahaman serta implementasi peningkatan transparansi informasi.
"Melalui koordinasi yang berkesinambungan ini, kami optimistis dapat terus memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal nasional," tambahnya.
Sebelumnya, berdasarkan pengumuman MSCI yang dipublikasikan pada Selasa (27/1/2026) waktu setempat, ditetapkan sejumlah perubahan indeks review pada Februari 2026 mendatang.
Perubahan sementara untuk pasar Indonesia meliputi tiga hal, pertama, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).
Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga, pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
MSCI menjelaskan, ketetapan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi ( investability ), sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi.
Sumber : investor.id
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now