Saham Pertambangan Menguat di Asia seiring Bergairahnya Perdagangan Hard Assets

avatar
· Views 1,262
  • Saham tambang Asia menguat seiring reli harga logam, didorong pelemahan dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran geopolitik serta risiko fiskal global.
  • Emiten sektor material memimpin penguatan di MSCI Asia Pasifik, dengan Korea Zinc melonjak hingga 14% dan Zhongjin Gold naik 10%, a saham
    ANTM
    ,
    MDKA
    , dan
    EMAS
    di dalam negeri juga mencatatkan lonjakan tajam.
  • Investor kian beralih ke aset keras sebagai lindung nilai dan penopang kebutuhan AI, di tengah ekspektasi fokus investasi global yang semakin condong ke komoditas.

Ipotnews - Saham-saham pertambangan di Asia melaju seiring kenaikan harga logam. Investor beralih ke aset keras ( hard assets ), didorong pelemahan dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran terhadap mata uang, geopolitik, serta risiko fiskal global.
Laman Bloomberg, Senin (26/1) melaporkan, kelompok emiten sektor material memimpin penguatan pada indeks saham MSCI Asia Pasifik. Saham Korea Zinc Co melonjak hingga 14% di Seoul, sementara Zhongjin Gold Corp melesat 10% di Shanghai.
Di dalam negari, indeks saham-saham PT Aneka Tambang (
ANTM
), PT Merdeka Copper Gold (
MDKA
), dan PT Merdeka Gold Resources (
EMAS
) juga mencatatkan kenaikan pada hari ini. Masing-masing melesat 17,53%, 13,71% dan 29,55% dibanding, Senin pekan lalu.
Penguatan tersebut mencerminkan reli kuat di pasar logam, di mana emas, perak, tembaga, dan aluminium terus naik dalam apa yang oleh pelaku pasar disebut sebagai  debasement trade . Investor menjauh dari mata uang dan obligasi pemerintah AS (Treasuries), mencari perlindungan di aset keras seiring meningkatnya kekhawatiran atas pelonggaran fiskal, geopolitik, dan ketahanan "keistimewaan" AS.
Reli logam ini "merupakan tren jangka panjang yang telah kami amati selama beberapa tahun," ujar Frank Benzimra, kepala strategi saham Asia di Societe Generale SA, seperti idkutip Bloomberg. Tren tersebut antara lain mencakup diversifikasi menjauh dari aset AS serta meningkatnya belanja pertahanan yang mendorong permintaan logam dasar, di samping kebutuhan terkait kecerdasan buatan (AI).
Dolar AS melemah pada Senin ini di tengah meningkatnya kewaspadaan akan kemungkinan intervensi pemerintah Jepang untuk menahan pelemahan yen. Harga emas melesat menembus USD5.000, melanjutkan tren naik sejak gejolak pasar pekan lalu akibat ancaman Presiden AS Donald Trump terkait Greenland dan serangannya terhadap independensi Federal Reserve.
Saham tambang menguat seiring kenaikan logam karena daya tarik sebagai aset lindung nilai ( safe haven ) serta permintaan tembaga dan material lain yang dibutuhkan untuk pembangunan ekosistem AI. Meski demikian, valuasinya masih relatif murah. Indeks material Asia versi MSCI diperdagangkan pada 14,6 kali estimasi laba ke depan, dibandingkan 15,4 kali untuk indeks yang lebih luas.
"Kami memperkirakan fokus investasi tahun ini akan semakin condong ke komoditas," kata Gerald Gan, kepala investasi Reed Capital Partners yang berbasis di Singapura. "Kami telah mengurangi eksposur pada saham teknologi dan obligasi pemerintah AS, dengan sebagian dana hasil pengurangan tersebut dialokasikan kembali ke perusahaan tambang dan posisi komoditas langsung," imbuhnya.
Keputusan kebijakan The Fed yang dijadwalkan Rabu menjadi salah satu perhatian utama investor global. Meski bank sentral AS secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga, perhatian tertuju pada siapa yang akan menggantikan Jerome Powell sebagai ketua -Trump diperkirakan mengumumkan pilihannya secepat pekan ini.
"Pasar jelas sedang beralih ke mode 'bersiap menghadapi badai berikutnya'," ujar Hebe Chen, analis pasar senior di Vantage Global Prime Pty. "Dalam lingkungan seperti itu, modal secara alami mencari jangkar yang stabil dan tahan terhadap penurunan nilai, sehingga mengangkat aset fisik dan yang terkait aset fisik seperti saham tambang dan logam." (Bloomberg)
Saham Pertambangan Menguat di Asia seiring Bergairahnya Perdagangan Hard Assets

Sumber : admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest