Yen Menguat Tekan Dolar, Pasar Waspadai Intervensi Jepang dan Arah Kebijakan The Fed

avatar
· Views 511
  • Yen melonjak hampir 1% ke level tertinggi dua bulan, menekan dolar AS di tengah kewaspadaan potensi intervensi.
  • Aksi jual dolar meluas, mendorong euro dan mata uang utama lain ke level tertinggi beberapa bulan.
  • Pasar cemas arah kebijakan AS, jelang rapat the Fed dan potensi penunjukan bos bank sentral yang baru.

Ipotnews - Penguatan yen Jepang menekan nilai tukar dolar AS secara luas, Senin pagi, di tengah kewaspadaan terhadap potensi intervensi di pasar valuta asing serta aksi investor yang memangkas posisi dolar menjelang pertemuan Federal Reserve dan kemungkinan pengumuman kepala bank sentral Amerika yang baru.
Yen melejit hampir 1% ke level tertinggi dalam dua bulan di 154,22 per dolar AS. Sementara itu, euro mencapai level puncak dalam empat bulan di USD1,1875 sebelum terakhir diperdagangkan sekitar USD1,1858, demikian laporan  Reuters,  di Singapura, Senin (26/1).
Aktivitas perdagangan relatif sepi akibat hari libur di Auckland dan Australia, sehingga perhatian pasar tertuju pada pembukaan pasar Tokyo. Sentimen pasar menguat setelah Perdana Menteri Jepang, Minggu, menyatakan pemerintah akan mengambil "langkah-langkah yang diperlukan" untuk menghadapi pergerakan pasar yang bersifat spekulatif.
Yen mencatat kenaikan harian terbesar terhadap dolar dalam hampir enam bulan, Jumat, dengan lonjakan terjadi pada perdagangan Asia hingga sesi New York. Seorang sumber mengatakan kepada  Reuters  bahwa Federal Reserve Bank of New York sempat mengecek pergerakan nilai tukar dolar terhadap yen kepada pelaku pasar, yang kerap dipandang sebagai sinyal awal potensi intervensi. Aksi cepat investor menutup posisi jual yen membuat mata uang Jepang itu melambung sekitar 3% dari level terendah pada Jumat.
"Pengecekan suku bunga pada Jumat dan pernyataan yang lebih tegas selama akhir pekan semuanya berkontribusi pada pergerakan ini," kata Nick Twidale, Kepala Analis ATFX Global, Sydney.
Keterlibatan Federal Reserve juga membuat pelaku pasar semakin waspada. Analis Moneycorp, Eugene Epstein, menilai kemungkinan intervensi dapat dilakukan secara bersama antara Amerika Serikat dan Jepang, yang berpeluang memiliki tingkat keberhasilan lebih besar.
Aksi jual dolar yang meluas turut mendorong penguatan mata uang utama lainnya. Poundsterling, dolar Australia, dan dolar Selandia Baru masing-masing menyentuh level tertinggi dalam empat bulan. Sterling menguat sekitar 0,3% ke posisi USD1,3680, sementara Aussie naik 0,5% jadi USD0,6938, dan kiwi juga melonjak 0,5% ke USD0,5977.
"Dolar sebenarnya sudah rapuh, tetapi penguatan yen menjadi pemicu utama yang mendorong pasar menjual dolar secara menyeluruh," ujar Marc Chandler, Kepala Analis Bannockburn Capital Markets, New York.
Dia menambahkan bahwa situasi domestik di Amerika Serikat, termasuk protes terkait penembakan terbaru di Minnesota serta kemungkinan pengumuman pengganti Chairman Fed Jerome Powell oleh Presiden Donald Trump, membuat pasar semakin gelisah.
Kamis, Trump mengatakan akan segera mengumumkan calon bos Federal Reserve berikutnya untuk menggantikan Jerome Powell. Pada akhir pekan, Trump juga menyatakan akan mengenakan tarif sebesar 100% terhadap Kanada jika negara tersebut melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan bahwa negaranya tetap menghormati komitmen dalam perjanjian dagang Amerika Serikat-Meksiko-Kanada untuk tidak menjalin perjanjian perdagangan bebas dengan negara yang dikategorikan sebagai ekonomi non-pasar.
The Fed dijadwalkan mengumumkan kebijakan suku bunga, Rabu, dengan pasar memperkirakan tidak ada perubahan, namun mengantisipasi sinyal pemangkasan lanjutan sekitar 50 basis poin sepanjang tahun ini.
Bank of Canada dan bank sentral Swedia, Riksbank, juga diperkirakan mempertahankan suku bunga, sementara Singapura diproyeksikan tidak mengubah kebijakan moneternya.
"Premi risiko dolar AS terus meningkat seiring investor ragu terhadap arah kebijakan Amerika Serikat," kata Jason Wong, analis BNZ, Wellington. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest