IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (23/1/2026), dengan naik 76 poin atau sekitar 0,45 persen ke level Rp16.820 per USD.
Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu pasar saat ini menunggu pemilihan Presiden AS Donald Trump untuk Ketua Fed berikutnya yang menggantikan Jerome Powell.
Ini Kata Calon Deputi Gubernur BI Solikin M Juhro soal Pelemahan Rupiah"Ketua The Fed yang lebih lunak akan meningkatkan spekulasi tentang penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini," ujarnya dalam risetnya.
Selain itu, data ekonomi AS terbaru juga menunjukkan bahwa perekonomian berjalan lebih baik dari yang diperkirakan. Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal III melebihi perkiraan.
Solikin M Juhro Paparkan Strategi Integrasi untuk Stabilitas Nilai Tukar RupiahReprinted from Idxchannel,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now