- Pasar saham dan mata uang emerging market Asia cenderung melemah, indeks KOSPI Korea Selatan turun 0,4% dan mengakhiri reli 12 hari.
- Rupiah Indonesia menyentuh rekor terendah 16.985 per dolar AS di tengah kekhawatiran independensi Bank Indonesia dan defisit fiskal.
- Sebaliknya, saham Taiwan mencetak rekor tertinggi, sementara IHSG relatif mendatar dan bursa Thailand menguat.
Ipotnews - Indeks saham dan mata uang emerging market Asia bergerak cenderung melemah hingga menjelang akhir sesi perdagangan hari ini, Selasa (20/1).
Indeks saham Korea Selatan melemah, mengakhiri reli 12 hari berturut-turut, setelah saham produsen chip turun akibat aksi ambil untung. Sementara itu, rupiah Indonesia menyentuh rekor terendah di tengah kekhawatiran atas independensi bank sentral seiring melebarinya defisit fiskal.
Laman Reuters melaporkan, selepas pukul 15:00 WIB, indeks KOSPI Korea Selatan ditutup turun 0,4%. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix anjlok lebih dari 2%. Meski demikian, indeks tersebut masih naik 16% sepanjang tahun ini, didukung penguatan saham terkait kecerdasan buatan (AI).
Indeks saham TAIEX Taiwan naik 0,4% ke penutupan tertinggi sepanjang masa, didukung laju saham TSMC sebesar 0,9%.
Negosiator utama Taipei mengatakan Taiwan menargetkan pembentukan rantai pasok teknologi tinggi yang "demokratis" bersama Amerika Serikat serta kemitraan AI, menyusul kesepakatan tarif pekan lalu.
Di Indonesia, rupiah melemah ke level 16.985 per dolar AS, titik terlemah sepanjang sejarah, sehari setelah Presiden Prabowo Subianto menominasikan keponakannya untuk bergabung dalam Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Investor memantau kondisi fiskal ekonomi terbesar di Asia Tenggara sejak pemecatan mendadak Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pada September lalu.
Pasar menilai, kebijakan belanja populis Presiden Prabowo untuk mendorong pertumbuhan, pencalonan keponakannya, serta perjanjian pembagian beban baru antara pemerintah dan bank sentral memperparah kekhawatiran terhadap otonomi Bank Indonesia.
"Pasar menilai pencalonan ini, benar atau salah, berpotensi berdampak pada independensi Bank Indonesia," kata Michael Wan, analis mata uang senior di MUFG kepada Reuter.
Ia menambahkan, penilaian pasar yang dikombinasikan dengan kemungkinan meningkatnya tekanan defisit fiskal Indonesia melampaui batas 3% saat ini, memicu tekanan lanjutan pada nilai tukar.
Sementara itu, Bank Indonesia diperkirakan kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% pada rapat kebijakan Rabu besok.
IHSG bergerak relatif mendatar pada perdagangan sore, bertahan di sekitar level tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, indeks saham SET Thailand melonjak 1,5% ke level tertinggi sejak awal November.
Ringgit Malaysia bergerak cenderung mendatar menjelang rapat kebijakan moneter bank sentral pada Kamis lusa, yang diperkirakan mempertahankan overnight policy rate di 2,75%. Bank of Japan diperkirakan akan menaikkan proyeksi pertumbuhan pada Jumat dan memberi sinyal kenaikan suku bunga di tengah pelemahan yen dan tekanan inflasi. (Reuters)
Asia stock indexes and currencies at 0709 GMT
Country | Currency Change (%) | Currency Y/Y (%) | Index Change (%) | Index Y/Y (%) |
Japan | -0.30 | -1.22 | -1.11 | 5.30 |
China | +0.04 | +0.39 | -0.06 | 3.60 |
India | -0.13 | -1.27 | -0.63 | -2.70 |
Indonesia | -0.24 | -1.80 | 0.12 | 5.76 |
Malaysia | -0.02 | +0.07 | -0.67 | 1.24 |
Philippines | -0.13 | -1.18 | -1.32 | 4.96 |
S.Korea | -0.37 | -2.66 | -0.39 | 15.94 |
Singapore | -0.07 | +0.02 | -0.04 | 4.02 |
Taiwan | -0.01 | -0.49 | 0.38 | 9.65 |
Thailand | +0.31 | +1.04 | 1.72 | 3.62 |
Sumber : admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now