- CPO turun hari ketiga, ditekan pelemahan minyak nabati pesaing, harga minyak mentah, dan batalnya B50 Indonesia.
- Kontrak Maret turun 0,57% ke 4.017 ringgit, seiring melemahnya soyoil global dan meredanya kekhawatiran pasokan.
- Harga berpotensi lanjut melemah, pasar menanti data produksi dan ekspor awal Januari.
Ipotnews - Minyak sawit (CPO) berjangka Malaysia melemah untuk sesi ketiga berturut-turut, Kamis, tertekan penurunan harga minyak nabati pesaing dan minyak mentah, serta keputusan Indonesia membatalkan rencana penerapan biodiesel B50.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Maret di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melorot 23 ringgit atau 0,57% menjadi 4.017 ringgit (USD992,34) per ton pada jeda perdagangan siang, demikian laporan Reuters, di Kuala Lumpur, Kamis (15/1).
Menurut Anilkumar Bagani, Kepala Riset Komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, pelemahan CPO dipicu penurunan tajam harga minyak nabati China dan kontrak minyak kedelai di Chicago, serta melorotnya harga minyak mentah selama perdagangan Asia.
"Keputusan Indonesia membatalkan rencana biodiesel B50 juga menyebabkan premi harga minyak sawit menjadi lebih longgar," kata Bagani.
Pemerintah Indonesia sebelumnya memutuskan untuk membatalkan rencana penerapan wajib biodiesel berbasis minyak sawit dengan campuran B50 pada tahun ini, dan tetap menggunakan B40. Keputusan tersebut diambil karena pertimbangan teknis dan pendanaan, sekaligus meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi ketatnya pasokan CPO global.
Bagani menambahkan, pelaku pasar kini menantikan data produksi dan kinerja ekspor minyak sawit pada paruh pertama Januari. Lembaga survei kargo diperkirakan merilis estimasi ekspor periode 1-15 Januari hari ini.
Di pasar lain, kontrak minyak kedelai (soyoil) paling aktif di Dalian turun 0,55%, sementara kontrak minyak sawitnya merosot 2,19%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga menyusut 1,06%.
Harga CPO cenderung mengikuti pergerakan minyak pesaing karena berkompetisi dalam pangsa pasar minyak nabati (vegetable oil) global.
Sementara itu, harga minyak mentah anjlok lebih dari 2% setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pembunuhan dalam penindakan protes nasional di Iran telah berhenti. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan aksi militer dan gangguan pasokan minyak dari Iran.
Kejatuhan harga minyak mentah membuat CPO menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Dari sisi teknikal, analis Reuters Wang Tao memperkirakan harga minyak sawit berpotensi turun hingga level terendah 5 Januari di 3.967 ringgit per ton, setelah menembus garis tren naik. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now