JAKARTA, investor.id -Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) loyo pada Selasa (13/11/2025) siang. Pelemahan ini dipicu pernyataan hawkish pejabat The Fed soal arah suku bunga.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 11.01 WIB di pasar spot exchange, Rupiah hari ini melemah sebesar 15 poin (0,09%) ke level Rp 16.870 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,12% ke level 98,98.
Sedangkan pada perdagangan Senin (12/1/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 36 poin di level Rp 16.855.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan kurs rupiah dipengaruhi pernyataan hawkish dari pejabat The Fed terkait suku bunga.
"Rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS yg rebound merespons pernyataan hawkish Presiden The Fed New York John Williams yang mengisyaratkan bank sentral AS tidak perlu buru-buru menurunkan suku bunga," ujarnya dikutip dari Antara.
Pemangkasan The Fed
William menambahkan, suku bunga AS saat ini telah sesuai dengan kondisi sektor pekerjaan dan inflasi, sehingga pemangkasan suku bunga The Fed tak perlu dilakukan sesegera mungkin.
Di sisi lain, dolar AS berpotensi menguat seiring data inflasi AS diperkirakan akan naik, sehingga semakin melemahkan kurs rupiah.
"Inflasi inti diperkirakan naik dari 2,6% menjadi 2,7%, sedangkan inflasi dasar tetap bertahan di 2,7%," ungkap Lukman.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp 16.800-16.900 per dolar AS.
Sumber : investor.id
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now